Chapter 24 ~ Sweet memories

249 77 34
                                        

~24~
Kenangan Manis

🍃

"Kau dan aku sudah melukis satu kenangan tentang perjalanan kita. Kenangan yang akan selalu ada di sini, di dalam hati ini. Takan ada yang dapat menghapusnya, takan ada yang akan menggantikannya."
~Alghty Christaline~

🍂

     Perjalanan pulang menuju Denpasar kurang lebih sekitar 1 jam lagi. Alighty tertidur pulas. Sisi wajahnya sebelah kiri menyandar pada bantal penyangga berwarna biru lembut yang melingkar di lehernya. Ia pulang bersama Halvard dengan kendaraan yang sama ketika mereka datang, yang lainnya juga kembali dengan mini bus yang sama.

"Alighty?" Lirihnya, dan mencoba menyadarkan wanita itu dari mimpi, tetapi Alighty tak merespon sama sekali. Wajah polos itu saat lelap, membuat Halvard tak bekerjap, dan seakan tak ingin berhenti menatap.

"Kalau saja bukan karena harus mencari makan siang, mungkin aku tak akan membangunkanmu."

Alighty memang memiliki wajah yang cerah, hidungnya lumayan mancung dan kecil, serta bibir tipis merah muda alami yang lembut. Rambutnya panjang sedikit di bawah bahunya dengan warna hairlight coklat tortila. Saat tidur dia terlihat sangat manis.

"Alighty? Kau tak ingin bangun?" Halvard menepuk pelan pundak kanannya.

Alighty terbangun. "Halv?" Katanya setengah kaget dan sedikit tersipu seraya menggerakkan kedua bahunya membuat peregangan, "Aaah, mataku benar-benar seperti diberi perekat. Apa mungkin karena semalam aku kurang tidur?"

Senyum merekah di wajah Halvard. "Kau memang terlihat lelah. Tapi tidur seperti itu sudah bagus untukmu, setidaknya dapat menenangkan saraf yang tegang dan mengistirahatkan pikiran."

Alighty memang lelah. Rasa tertekan dan ketakutan yang dialaminya tak jarang membuat Alighty jadi sulit tidur di malam hari. "Aku jarang tidur siang, Halv, dan akhir-akhir ini aku sering mengantuk."

"Bukankah semalam kau bilang tidak bisa tidur? Kau perlu istirahat Alighty. Sebenarnya aku tak ingin mengganggu tidurmu, tapi ini sudah sangat terlambat dan kita harus makan siang," ucap Halvard mengingatkan karena waktu telah menunjukkan hampir pukul 14.00 wita.

"Berapa lama lagi kita akan sampai?" tanyanya seraya berpaling ke kanan.

"Tidak lama lagi, santai saja."

"Mereka bagaimana Halv? Mereka tidak ikut?"

"Sergio sudah menghubungiku. Mereka akan makan di tempat lain. Bus yang mereka tumpangi terlanjur berada jauh di depan. Collya buru-buru mencari rest area."

"Oh, begitu."

"Rambutmu sedikit acak," kata Halvard seraya merapikan dengan jemarinya ke belakang.

"Aku sangat berantakan ya? Kau yakin berjalan denganku seperti ini?" Alighty tiba-tiba menjadi ragu. Belum lagi ketika mengingat beberapa orang yang pernah membuat ia risih karena mengiranya sebagai sekretaris Halvard.

"Kenapa aku harus ragu? Aku senang memiliki banyak kesempatan pergi denganmu."

"Kalau begitu, baiklah kita pergi sekarang."

I Choose You [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang