"Aku melihat sesuatu yang kau sembunyikan di matamu, Nona. Jujurlah padaku dan jangan menghindar lagi."
~Shine Liefde~
🍃
Binar lentera abadi menerjang di balik cela-cela daun. Kemilau sinarnya menawarkan secercah harapan. Alighty berjalan mengitari taman. Banyak bunga bermekaran memamerkan keindahan.
Kuas-kuas dan beberapa cat warna berserakan di atas meja. Alighty siap mengabadikan keindahan melalui tarian lentik jemarinya di atas kanvas. Ia tidak menargetkan perjalanan melukis di alam terbuka. Alighty memilih melukis di taman rumah, tepat di bawah teduhnya pohon cemara.
"Cuaca hari ini, sangat bersahabat," gumam Alighty ketika membuka beberapa kotak pewarna yang akan digunakan. "Warna apa yang sebaiknya kupoles?"
Selagi memoles kuas-kuas, mobil putih sejenis Sport Utility Vehicle berbentuk bongsor, tahu-tahu berhenti di depan pagar. Alighty berpaling. Ia terkesiap ketika dilihatnya seorang pria berkaca mata hitam keluar dari mobil.
Tampang pria itu sederhana, tetapi tidak dengan cara berjalan serta pakaian yang dikenakan. Ia terlihat berkelas di balik balutan kaus berwarna biru langit muda, dengan sepatu kets putih, serta celana berbahan denim santai setinggi lutut.
"Hi, Alighty!" sapa orang itu masuk melewati gapura.
"Jordan, why are you here?"
Jordan melepas kaca mata, memasukkannya ke dalam saku celana kiri. "Apa aku mengganggumu, Alighty?" Jordan tersenyum samar. "Aku ingin berbicara sebentar."
"Tidak Jordan. Aku kaget kau datang tiba-tiba."
"Boleh aku duduk?"
"Silahkan," Alighty menarik kursi.
Jordan memperhatikan lukisan yang dilukis Alighty. Lukisan itu berbentuk abstark dengan gradasi warna yang lembut. "Aku menyukai lukisanmu sejak pertama kali aku melihatnya. Semua karyamu tampak mengagumkan."
"Terima kasih Jordan."
"Alighty, aku minta maaf atas sikap temanku beberapa waktu lalu. Aku tidak menyangka jika ternyata temanku memiliki tanggapan yang berbeda. Aku tidak bermaksud mempersulitmu," jujur Jordan tanpa menunggu lama.
"Aku tidak mengerti dengan cara bertanya, Tuan itu Jordan. Aku kesal padanya. Dia terus menudingku memiliki maksud lain. Harusnya dia datang memeriksa semua tempat ini untuk mencari bukti."
Jordan diam termenung.
"Melukis adalah tujuan utamaku. Kenapa harus dipermasalahkan?"Alighty melontarkan unek-unek dengan wajah ditekuk. Ia bahkan belum tahu siapa nama pria itu.
"Aku sudah meyakinkannya tentang semua itu, Alighty."
"Beritahu padanya, aku menunggu pria itu datang menyaksikan aktivitasku di sini. Mungkin dengan cara itu dia bisa percaya padaku, Jordan."
"Aku mengerti perasaanmu, sekali lagi maafkan kami."
"Kau bahkan baru muncul sekarang. Kenapa kau membiarkanku berbicara sendiri dengannya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)