~25~
Pemberian Pagi
🍃
"Hadirmu telah membuatku mampu, menghapus seluruh jejak luka yang pernah memorak-porandakan jiwa."
~Alighty Christaline~
🍂
Alighty terbangun di pukul lima dini hari. Ia terkejut ternyata semalam bukanlah mimpi. Apa yang dialaminya itu nyata, ia berada tepat di sisi Halvard dengan lengan kuat yang memeluknya erat. Suara napasnya yang berat terdengar lamat-lamat di telinga yang melekat dengan sisi kanan wajahnya, tapi ia menyukainya.
"Apa semalam aku tidur dengannya seperti ini? Apa saja yang sudah terjadi?"
Alighty kembali mengingat-ingat. Kejadian semalam membuat matanya sedikit melotot dan berkerjap-kerjap. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Apa yang sudah kulakukan di sini? Oh tidak, Alighty," batinnya lagi seraya menarik perlahan jemarinya ke bawah dan menatap pada langit-langit kamar.
"Kau meruntuhkan dinding pertahananku Halv. Semuanya mengalir begitu saja dan tak bisa lagi kuhindari." Batinnya semakin mengembara.
Ia memutar wajahnya pelan-pelan mencoba mengintip pria bercambang tipis yang masih terlelap di balik punggungnya. Wajah dengan rahang tegas, hidung mancung, mata bulat, serta alis yang tebal. Ya, pria disampingnya ini telah meraih tangannya untuk berjalan beriringan, membalut lukanya, dan merebut hatinya. Pria yang telah berjanji membuatnya tetap aman disisinya.
"Halv," lirihnya dalam diam. "Aku mencintaimu, Halv. Aku bahkan rela melepas semua pertahananku menjadi milikmu. Semua kulakukan karena aku mencintaimu."
Ia menatap pria itu lekat-lekat.
"Hadirmu telah membuatku mampu, menghapus seluruh jejak luka yang pernah memorak-porandakan jiwa."
Alighty mengusap wajah Halvard perlahan. Jemarinya menelusuri satu persatu keindahan yang terpahat di depannya. Keningnya, alisnya, kemudian meraba bulu mata lentiknya. Ia kembali mengusap hidung dan pipinya, lalu ke bibirnya.
"Mengapa ada ciptaan yang begitu indah seperti ini? Halv, kau adalah pahatan Tuhan yang sangat mengagumkan untukku."
Ia mengecupnya lembut dalam tidurnya. Kemudian, mencoba membongkar lipatan tangan yang melingkari tubuhnya dengan lekat. Diangkatnya lengan berat Halvard pelan-pelan, lalu menggesernya dengan sangat hati-hati. Akan tetapi, suara berat khas baritone terdengar seketika lantas menghentikan usahanya.
"Jangan pergi, tetaplah di sini, Alighty." Ia mencium rambutnya dan semakin mengencangkan lengannya memeluk tubuh ramping yang mirip seperti patung baju yang langsing. Body goal impian kebanyakan perempuan dan sungguh terlihat sempurna.
"Halv? Kau sudah bangun?" tanyanya dengan ekspresi kaget.
"Terimakasih untuk morning gift-nya yang barusan saja mendarat di pipiku." Halvard tersenyum lembut dengan mata yang masih enggan terbuka.
"Kau ini, Halv," cetusnya dengan nada manja. "Ternyata kau sudah bangun ya?!"
"Kau jangan coba-coba meninggalkanku nona Alighty. Ingat kau sudah menjadi wanitaku. Aku tak akan membiarkanmu berlari menjauh."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Misteri / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)