"Jangan berusaha menyangkal hatimu, Nona. Sesuatu yang kau sembunyikan dariku, lambat laun akan menghantarmu lebih dekat denganku."
~Shine Liefde~
🍃
Alighty menatap pada hamparan, bunga-bunga di taman yang sedang bermekaran di musim penghujan. Semua satuan ginesium yang terdiri dari kepala putik dan benang sari itu sedang menjulur menampakkan kelembutan.
Dari berbagai jenis bunga yang ada di teras, bunga mawar termasuk yang paling sering bersemi. Semerbak harumnya, memenuhi teras rumah, ditambah lagi dengan warnanya yang merah merona dan agak ke ungu-unguan. Keindahan dari sekar-sekar itu menyuguhkan pemandangan yang menarik, cukup merayu untuk di petik.
Delapan bulan berlalu, sejak Alighty memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya, dan melebarkan sayap terbang pindah ke Bali.
Di sana dia tinggal di rumah pamannya yang telah menikah dengan gadis Bali. Rumah itu kebetulan luas dan tidak berpenghuni. Sebab pamannya itu tinggal di Singapura bersama istri dan anak-anak.
Alighty mengguyur semua tanaman hias dengan gembor berisi air jernih, yang ditimba dari tandon samping rumah. Alighty memetik salah satu dari sekuntum bunga mawar, meletakkannya ke dalam vas kaca, lalu ditaruh di atas meja.
"Rahajeng semeng, Mbok," sapa Alighty dalam bahasa Bali pada salah satu tetangga yang kebetulan lewat membawa senampan bunga di puncak kepala.
"Punapi gatra, Ni Leiti?"
"Becik, Mbok," balas Alighty tersenyum hangat.
Alighty kerab menyapa warga dalam bahasa daerah walau tidak banyak mengerti. Namun, warga yang ramah dan bersahabat, membuat Alighty terpesona dan merasa nyaman tinggal di sana meskipun seorang diri.
Langit biru cerah. Alighty menyapu halaman teras rumah akibat dipenuhi daun-daun gugur. Sejak resign, tugas rutin Alighty berubah total, lebih memiliki banyak waktu untuk mengurus sejumlah tanaman hias. Ada berbagai jenis anggrek menggantung di beberapa bagian pekarangan.
Alighty memetik sejumlah tangkai kembang untuk ditanam kembali. Di saat yang sama, nada dering panggilan ponsel berbunyi mengalihkan fokus. Alighty langsung menyambut.
"Halo?"
"Hello, Alighty. I'm Jordan."
"Hai, Jordan, apa kabar?"
Percakapan terjadi lumayan panjang dan Alighty tersenyum di sela-sela percakapan. Akhir dari perbincangan itu, Jordan berhasil.membuat janji pertemuan untuk membahas lukisan yang dibuat Alighty kemarin.
"Baiklah, Jordan, aku akan datang memenuhi panggilan pimpinanmu."
"Aku menunggu kehadiranmu, Alighty," tutup Jordan di penghujung obrolan.
Setelah mengurus tanaman, Alighty langsung bersiap-siap menuju kawasan kota untuk janji temu yang sudah disepakati. Dalam perjalanan, dia membawa beberapa hasil lukisan untuk dipajang di art shop milik teman.
"Aku harus berani memulai lagi dan mengikuti ke mana hati ini menuntunku. Aku yakin hari depan itu ada." Alighty berkata-kata dalam hati.
Alighty mampir di salah satu bangunan minimalis yang berdiri sejajar dengan sebuah mini cafe di ujung jalan besar, tidak jauh dari jalan raya utama. Desain ruangan itu sederhana, namun suasananya bersahabat. Halaman rumah dipenuhi dengan kembang hidup. Tempat yang nyaman untuk didatangi para pecinta karya seni.
Alighty memarkir kendaraan di depan gerai seni tersebut. Jauh dari depan halaman, nampak jelas hasil karya miliknya terpajang rapi dan elegan di balik dinding kaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)