~12~
Seorang Teman Baru
🍃
Jordan bangun dari tidur langsung menuju ke ruang makan sambil memegang kepala. Ia masih dibawah pengaruh alkohol---belum benar-benar stabil sehingga ia berjalan lamban.
"Jord, bukankah hari ini Collya tiba, dan kau akan menjemputnya?" Halvard mengingatkan ketika berpapasan dengan Jordan.
Jordan menoleh. "Wanita itu kemana, Halv?"
Halvard menggeleng dan tersenyum samar. "Jangan lupa menjemput Collya di bandara sebentar siang. Hari ini aku ke luar kota, jadi kemungkinan tidak di rumah untuk beberapa jam."
"Oke, Halv."
Jordan pergi ke dapur untuk mencari air hangat. Halvard kembali melewati ruangan Alighty. Pintu kamar terbuka lebar. Alighty lupa menutup pintu. Halvard ingin menutupnya, tetapi malah masuk ke dalam karena melihat beberapa kuas terjatuh berserakan di lantai akibat angin yang bertiup kencang.
Halvard memungut benda-benda itu sambil mengamati lukisan-lukisan dalam ruangan. Ada satu lukisan yang menempel di penyangga dan belum benar-benar selesai.
Halvard memandang lukisan itu, lambat laun merambat sampai ke atas meja perkakas milik Alighty. Meja itu penuh dengan berbagai perlengkapan melukis.
Halvard beralih. Tatapannya menjurus pada satu memo kecil yang ditempel di kalender meja duduk, dengan tanggal tepat pada hari itu juga. Memo itu menjelaskan nama pergelaran karya seni beserta lokasi tempat pameran berlangsung.
"Sial, gadis itu membohongiku. Bukan Bukian tujuannya hari ini," Halvard mengumpat dalam hati. Ia terdiam, berpikir sejenak, kemudian keluar lalu menutup pintu dan menuju garasi.
Jordan kebetulan kembali dari ruang makan. "kau tahu wanita itu kemana hari ini, Halv?"
"Alighty berkunjung ke pameran seni di dekat sebuah desa, lumayan jauh. Kau jemput Collya, aku akan mengurus Alighty."
"Baiklah."
"Aku pergi, Jord."
"Ok, Halv," balas Jordan menyaksikan mobil Halvard berlalu dari gerbang utama. Jordan masuk ke dalam kamar. Ia meraih ponsel lalu menggulir daftar nama dalam kontak ponsel, lalu menghubungi Alighty. Sayangnya, panggilan telepon tidak mendapat respons hingga ketiga kali.
"Kau di mana, Alighty?"
Karena merasa pusing, Jordan kembali berbaring, lalu tertidur hampir satu jam penuh. Jordan tiba-tiba dikejutkan dengan nada dering ponsel yang nyaring.
"Siapa lagi yang mengganggu tidurku?" gerutunya.
"Hei, Jord!" suara melengking terdengar memekik di telinga.
"Collya?"
"Hey, Jord, I'm arrived. Where are you?"
"Oh, sial!" Batin Jordan, berkeluh karena harus menjemput Collya, tahu-tahu sudah tiba di bandara.
"Aku menunggumu, Jord."
"Ya, sebentar lagi, aku bersiap-siap." Jordan tergesa-gesa.
"Kau masih di rumah, Jord?"
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)