~33~
Bayangan
🍃
"Kenangan indah kita di masa silam, kadang bisa menjadi teman dan menghibur dalam kesedihan."
~Alighty Christaline~
🍂
Di dalam kafe, Claudy dan ibunya sudah duduk menunggu. Langkah Alighty pun terhenti, dan ia memilih untuk menepi ke salah satu sisi kafe. Ia menatap mereka tanpa berkedip, berbincang- bincang sambil tertawa menikmati minuman hangat yang sudah tersedia.
Ibunya, Marine Natalie mengenakan mantel berwarna coklat tua, dan juga scarf berbahan wol berwarna putih menjuntai di lehernya. Ia tersenyum sangat manis. Wajah cantiknya masih tidak berubah banyak meski di telan oleh usia. Tubuhnya yang semampai masih sama menariknya seperti dulu terlebih lagi jika ia berpakaian feminin.
"Ibu kau memang selalu tampil memesona. Balutan apapun yang kau kenakan, tetap anggun di pandang mata." Ia berucap lirih seraya terus menyaksikan kebersamaan mereka.
"Aku ingat, waktu kecil sebelum kau bepergian bu, kau selalu menanyakanku setiap kali kau selesai bersiap-siap. Apakah baju yang ibu kenakan sudah cocok atau tidak? Apakah dandanan ibu sudah natural atau berlebihan?" Alighty berhenti sesaat lalu mengusap air matanya.
"Kenangan indah kita di masa silam, kadang bisa menjadi teman dan menghibur dalam kesedihan."
Bayangan masa kecilnya berputar kembali di ruang memorinya. Kenangan-kenangan itu seperti sedang dihidupkan kembali dalam ingatan.
"Ya, aku selalu jadi tempat bertanyamu, dan jawabanku selalu sama, karena Ibu selalu cantik bahkan sampai hari ini."
Marine Natalie memang anggun, dan Alighty selalu mengagumi cara berpenampilannya dan bagaimana ia memoles wajahnya yang terkesan lembut dan natural.
Sementara itu, ia juga memperhatikan Claudy yang terkesan manis dengan balutan mantel pink lembut yang membalut tubuhnya. "Kau mirip banyak denganku. Lalu, apa aku harus memangggilmu, Jiějiě?"
Alighty masih berdiam diri untuk sekian menit lamanya dan memandang dari kejauhan. Ia masih menimbang-nimbang apakah ia akan pergi menemui ibunya atau tidak?! Sejuta tanya membendung perasaannya dan air mata kini melumer di pipinya.
Alighty mengusap pelan lembap di wajahnya dan berusaha tegar. Hingga akhirnya tuan Urdagyas harus masuk ke dalam kafe. Alighty melihatnya melewati pintu bagian depan, kemudian duduk bersama. Mereka seperti sebuah keluarga yang bahagia dan sempurna.
Kafe di villa itu sepi, yang ada hanya beberapa pelayan saja. Claudy memilih villa itu agar ibunya merasa nyaman hadir di tempat yang tidak terlalu ramai. Apalagi, tuan Urdagyas karena sebenarnya ia sudah menghandle semua tempat itu agar tidak ada yang datang tanpa undangan. Sementara bagi Alighty, pilihan itu adalah tempat yang tepat untuk mendengar semua kisah silam yang akan terurai.
Alighty bergeser menuju kaca wastafel, lalu memoles peach-pink lipstiknya. Ia juga terlihat menepuk-nepuk lembut pipinya dan memberi penyegar wajah. Ia tidak ingin kelihatan lemah. Tapi ia ingin menunjukkan kalau ia juga wanita yang tangguh, tampil anggun dan memesona.
Alighty melangkah dengan tegak dan yakin. Ia menebar senyumannya dan semua mata tertuju padanya. Suasana di dalam ruangan menjadi sangat tenang. Claudy tersenyum memandangnya, tapi berbeda dengan ibunya, Marine Natalie. Ia tak berkedip menyaksikan wanita anggun itu menghampiri mereka. Tuan Urdagyas juga tampak tertegun. Ia tak bersuara dan hanya menyaksikan dari jauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)