Chapter 17~ Someone

298 93 56
                                        

~17~
Seseorang

🍃

"Sentuhanmu adalah cinta yang tak terungkap, namun aku merasakannya, membuat hatiku bergetar, bergemuruh karena candu."
~Alighty Christalin~

🍂

Suasana pagi...

"Apakah masih ada destinasi yang lain? Atau semua sudah setuju dengan apa yang sudah kita tetapkan?" Halvard bertanya dan melihat wajah mereka bergantian.

Ia telah mengumpulkan semua orang dalam hunian itu dan membicarakan rencana perjalanan mereka untuk beberapa hari ke depan.

"Memancing mungkin akan sangat menyenangkan," jawab Jordan lugas.

"Bagaimana kalau kita trekking ke salah satu gunung berapi saja, Halv. Lebih menantang." Sergio bersemangat.

"Pilihan itu kurang aman untuk mereka," timpa Jordan dan melempar tatapannya pada Alighty dan Collya.

Halvard berdehem ringan. "Pilihan awal kita adalah scuba diving di salah satu pulau. Tapi tidak hanya itu, aku rasa kita bisa melakukan banyak hal di sana."

"Ya, pulau, pantai, laut dan ombak. Cukup menarik. Aku setuju tetap di pilihan awal," ucap Sergio.

"Sangat menarik. Kita bisa bermain jetsky, memancing, atau pun yang lainnya," Jordan menyetujui ide itu.

"Kemana saja aku mau, yang penting aku bisa liburan," jawab Collya santai dengan suara alto wanita seraya mengacungkan jari telunjuk.

"Kalau begitu, kita deal dengan rencana awal," final Halvard tegas.

Semuanya telah menyatakan persetujuan mereka untuk perjalanan itu, kecuali Alighty. Dia hanya menunduk dan menyimak.

"Alighty? Kenapa hanya diam?" tanya Sergio pelan dan menyorot pandangannya kepada Alighty.

"Ya, Alighty, ada apa denganmu? Ayolah, bersemangat Alighty!" Jordan menepuk bahu kanan Alighty yang kebetulan duduk tepat di sampingnya.

Alighty terkejut tapi ia berusaha merespon dengan tersenyum. "Aku...akan mempertinbangkannya."

"Tapi kau pasti ikut 'kan?" kata Jordan lagi ingin memastikan.

"Aku belum bisa memastikannya," katanya lagi ingin menolak tetapi belum mendapatkan alasan tepat.

"Come on Alighty please, it's a holiday!" kata Collya bersemangat dengan pupil yang melebar. Tapi Alighty hanya tersenyum dan diam saja tak ingin membalas lebih lanjut.

Halvard mengamati situasi itu. Ia tahu persis ada kecanggungan antara dia dan Alighty sekarang karena kejadian di kolam renang saat subuh tadi.

"Baiklah, aku rasa kalian sudah cukup mengerti, dan bersiaplah, karena kita akan bepergian selama beberapa hari." Halvard berhenti sejenak, dan melempar tatapannya pada Alighty, yang masih saja diam.

"Alighty, dia akan tetap ikut bersama kita!" Setelah mengatakan hal itu, Halvard bangkit dan menuju ke kamarnya.

"Si tukang perintah ini benar-benar menyebalkan. Tidak memberi kesempatan untukku berpikir," keluhnya dalam hati melihat punggung Halvard berlalu dari balik pintu kamarnya.

"Alighty, tenang, aku bersamamu," ucap Jordan dengan mencondongkan wajahnya berbisik pada telinga Alighty. Ia tahu Alighty tidak suka sikap Halvard yang angkuh dengan gaya bossy-nya.

I Choose You [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang