"Aku pastikan akan menemukan jejak sekecil apa pun tentang dirimu, Nona. Tidak akan ada satu pun yang terlewatkan tentangmu. Tidak."
~Shine Liefde~
🍂
Halvard, berdiri memandang sinar pagi yang menyusup ke dalam kamar. Tirai putih tulang yang menggantung menutupi jendela kaca, dihempasnya menepi sehingga hangat cahaya matahari pagi memenuhi seluruh kamar.
Perawakannya tinggi, tatapannya tawar menjurus pada bentangan laut biru yang tidak jauh dari hunian. Hanya membutuhkan sekitar 10 hingga 15 menit---jika berjalan kaki menuju tepi laut.
Secangkir teh hangat dalam genggaman jemari kanan---terangkat setinggi pinggang---sementara tangan kiri, dimasukkan ke dalam saku celana.
"Haruskah aku mengirim seseorang untuk memastikannya?"
Halvard berbalik posisi, meletakkan cangkir teh di atas meja. Kaos hitam ketat yang digunakan membentuk kokoh sempurna di dadanya. Halvard berjalan menuju ruang kerja, kemudian mengambil ponsel untuk membuat panggilan.
"Jordan, I'm waiting for you."
"Okay, I'll be there soon, Halv."
Selang beberapa menit, Jordan hadir memenuhi panggilan. Halvard duduk di depan meja kerja lantas menyapa. "Hei, bagaimana hari ini, semua urusan lancar?"
"Aman, sesuai rencana."
"Bagus," Halvard mengangguk-angguk.
"Kau kelihatan tegang, ada hal yang perlu diwaspadai?" tanya Jordan.
"Aku mewaspadai gerak-gerik gadis itu setelah melukis hunian ini. Aku ingin kau memantau setiap pergerakannya, Jord."
"Tapi Halv? Dia hanya seorang pelukis yang bebas di jalan. Kau tahu, aku merasa tidak enak padanya. Dia yang menolongku, tapi berakhir di sini dengan tudingan yang membingungkan.
Kau tahu bagaimana gadis itu berkeluh kesah padaku? Aku bahkan tidak bisa bertemu dengannya hari itu." Jordan mengangkat kedua tangan serta mengendikkan bahu.
"Kau tahu posisi kita Jord, tidak ada yang bisa kita percayai sepenuhnya. Siapa saja di sekeliling kita saat ini perlu dicurigai."
"Aku mengerti rasa curigamu, Halv. Tapi, gadis itu benar hanya orang biasa."
"Kau tahu persis, justru orang seperti gadis itu yang sangat berpotensi menjalankan misi tertentu yang kita tidak ketahui, Jord."
"Baiklah, kau ingin aku melakukan apa padanya?"
"Dekati dia, dan gali informasi apa pun tentang dirinya."
"Dekati dia? Hei, Halv! Apa-apaan ini? Ini tidak mudah karena gadis itu sudah menolongku, dan..."
"Kita perlu waspada, Jord!"
"Collya, kita punya dia. Bagaimana kalau kita menunggunya?"
"Kau lebih tepat Jord, kau mengenalnya. Collya hanya akan memperlambat gerak kita."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Misterio / SuspensoRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)