Chapter 10 ~ Another Home

371 122 105
                                        

~10~
Rumah Lain


🍃

     Keindahan langit pagi hari memukau pandangan Halvard. Ia berdiri di pojok kamar dan memandang pada sinar yang menyentuh ruangan serta tirai yang terbuka sebagian.

Halvard merogoh smartphone dari saku celana, sambil berjalan menuju ruang tamu. Saat itu juga, mobil putih yang digunakan Jordan tiba dan memarkir di garasi.

Alighty berdiri di teras depan. Halvard menyaksikan dari dalam. "Gadis ini, entah apa tujuannya. Seharusnya ia tidak memilih pilihan kedua."

Halvard mengangkat wajah, menatap pada langit cerah cakrawala! Semburat cahaya jingga yang memencar di atas kawasan Seminyak menjadi saksi Alighty memulai hari pertama untuk tinggal di kediaman tersebut.

Alighty memang berparas elok, dan terlihat smart, tetapi, bagian yang disukai Halvard adalah cara polos wanita itu saat menatap.

Memberinya pilihan yang sulit adalah cara Halvard mengamankan team, dan juga sebenarnya demi kelancarannya mencari tahu tujuan Alighty. Apakah ada kaitannya dengan seorang pria asing yang pernah datang ke taman hunian, atau tidak? Karena itu mau tidak mau Halvard harus meneruskan rencana yang akan sangat beresiko ini.

Sejak awal Halvard sangat yakin ada tujuan lain di balik lukisan indah milik Alighty. Sebuah petunjuk di tinggalkan di sana. Tidak ada yang tahu, wanita itu juga tidak menyadarinya, akan tetapi Halvard sangat teliti dan menemukannya. Hanya saja ia tidak mengatakan apa- apa di awal pertemuan.

"Selamat pagi," sapa Jordan tanpa menyebut nama Halvard begitu mereka sampai di ambang pintu.

"Selamat pagi," sahut Halvard.

Alighty menatap Halvard lurus-lurus, lalu sedikit membungkuk. Cara berpakaian dan gestur yang di tunjukkan, sangat kental dan biasa dilakukan oleh seorang sekretaris pada umumnya.

Halvard langsung ke lantai dua, dimana ruang tim berada untuk melakukan kerjasama. Diikuti pula oleh Jordan dan Alighty di belakang. Halvard tiba lebih dulu dan duduk di kursi.

Wanita yang terpaut 7 tahun usia di bawahnya---sekarang berdiri tepat di depan Halvard. Jordan berada di samping, serta mempersilahkan Alighty duduk menunggu arahan.

"Kau sudah siap dan membawa seluruh perlengkapan melukismu?" Halvard bertanya.

"Ya, Tuan. Semua yang kau katakan padaku, aku sudah mempersiapkannya."

"Bagus!"

"Kenapa tuan memintaku melukis sebanyak itu?"

"Itu privasiku, nona Alighty. Apakah nona selalu bertanya kepada pelanggan seperti ini jika ada pesanan lukisan?"

"Baiklah, aku mengerti," jawab Alighty cepat-cepat. "Aku benar-benar tidak suka caranya menjawabku," omelnya dalam hati.

"Satu lagi nona Alighty. Apakah kau mengenal pria ini?" tanya Halvard menunjukkan seorang pria dalam cctv.

"Aku tidak mengenalnya," spontan Alighty. "Kenapa semua orang menanyakanku tentang pria ini? Sergio, dan Jordan juga bertanya hal yang sama. Kalian mencurigaiku bekerja sama dengannya?" ucap Alighty tiba-tiba menjadi kesal.

I Choose You [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang