Chapter 02~ Hidden Intentions

619 143 151
                                        

"Aku merasakan getaran lain saat bertemu denganmu. Kau berbeda dan aku suka."

~Shine Liefde~

🍂

     Jordan menatap lukisan yang dibelinya dari Alighty. Ia meraba-raba lukisan itu. Dahinya mengerut kasar. Jordan berniat memberitahu Halvard, tentang lukisan rumah. Kebetulan Halvard sangat menyukai tempat itu karena tidak jauh dari pantai. View laut di belakang kamar menjadi ruang favorit.

Jordan berbalik arah, berniat mencari Halvard. Namun, baru saja berjalan dua langkah, pintu tiba-tiba terbuka. Halvard berdiri di ambang pintu lantas mendekat.

"Aku meneleponmu dari tadi tapi kau tidak mengangkat."

"Maaf, ponselku sedang ku charger di kamar dengan mode silent."

"Di mana Sergio? Aku ingin kita keluar malam ini," Halvard menarik salah satu kursi duduk, sementara Jordan masih berdiri.

"Sergio dalam perjalanan," sahut Jordan turut menarik kursi lalu duduk tepat di depan Halvard. "Aku ingin mencari tahu alamat rumah seorang wanita yang kutemui di pantai hari ini. Dia bersedia menolongku. Sebagai rasa terima kasih, aku membeli lukisannya. Lukisan itu kebetulan adalah rumah ini." Jordan mengambil lukisan yang sempat diletakkan di belakang meja lalu menyodorkannya pada Halvard.

Halvard menyambut lukisan dari tangan Jordan. Keningnya menciut membentuk garis halus sembari menyorot ke dalam lukisan tanpa berkedip.

"Sangat unik. Apakah ada tujuan terselubung?" Halvard meraba permukaan lukisan.

"Aku tidak menyangka bertemu dengannya di tepi pantai," sahut Jordan menanggapi apa yang dipertanyakan Halvard.

"Karyanya rapi, pasti sangat mahir dalam melukis. Siapa dia?" Halvard menatap sekilas pada Jordan.

"Gadis pelukis jalanan," jawab Jordan tersenyum menyilang kedua tangan di dada.

Halvard mendongak, "Kau pasti menyukai jalan-jalanmu kali ini, Jord," goda Halvard.

"Hanya pertemuan dan perkenalan singkat. Dia gadis muda dengan usia sekitar dua puluhan lebih," tebak Jordan.

"Benarkah? Kau tidak mencoba membuat janji temu dengannya seperti kebiasaanmu jika bertemu teman baru?"

"Tidak, Halv. Aku rasa dia wanita yang berbeda."

"Benarkah?" Halvard melirik ragu.

"Gadis penyuka seni biasanya bukan gadis sembarangan. Mereka tenang, tidak mudah ditebak, penuh imajinatif dan kreatif, namun juga liar dan tidak suka dikontrol."

"Biasanya kau andal dalam hal ini," Halvard semringah.

Dia sangat mengenal kepribadian Jordan. Pria itu memiliki keahlian khusus dalam meluluhkan hati wanita. Sikap fleksibel dan ramah pada siapa saja membuat Jordan memiliki banyak teman. Berbeda jauh dengan Halvard seorang pria penyuka keheningan, cukup serius.

"Tidak semua wanita bisa ditaklukkan dengan mudah," Jordan tertawa lebar.

Tidak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka. Sergio hadir di tengah-tengah mereka. Halvard langsung berpaling. "Kau sudah datang? Dari mana saja?" tanyanya santai sambil merapikan berkas-berkas, memasukkannya ke lemari kecil.

I Choose You [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang