~16~
Sedikit Kisah
🍃
"Aku akan menggores kuasku di sini dan menyaksikan ombak yang bergulung."
~Alighty Christalin~
🍂
Alighty memandang kanvas yang terpajang di depannya, pada guratan berbagai perpaduan gradiasi warna. Ia menggurat kembali dan menimpah kanvas itu dengan ragam keindahan, hingga menjadi sebuah kesatuan yang sempurna.
Ia melirik angka pada arloginya yang terletak di atas nakas. "Aaah, masih subuh," gumamnya seraya menahan rasa ingin menguap.
Ia bangun di pagi buta hanya untuk menyelesaikan karyanya yang sempat tersendat berkali-kali. Sepertinya ia belum fokus dan masih menyesuaikan diri dengan suasana dan ruangan yang baru.
Selama tinggal di hunian mewah itu, hanya satu saja lukisan yang sempat dikerjakan. Alighty meletakkan kembali kuasnya lalu keluar dari ruangan. Ia menoleh ke setiap lorong, namun tak menemukan siapa pun.
Sangat hening, hanya suara jarum jam di dinding saja yang berdenting. "Hmm.. pukul lima, kurang lima belas menit. Udara sangat segar."
Alighty berjalan ke ruang belakang dimana ada taman kecil, air mancur dan juga kolam ikan mini. Kemudian di sebelah sana ada kolam renang dengan ukuran sedang.
Ia menuju tempat itu dan melihat-lihat di sekitar, kebetulan kolam renang itu sedikit terbuka dan mengarah pada pantai. Di sampingnya merupakan kamar Halvard dengan pintu dan jendela kaca yang menyatu dan semuanya menghadap ke pantai.
Alighty melihat sekeliling taman dan masi sepi. Ia mulai mengendap-ngendap lagi untuk mencari keberadaan dokumen itu. Tapi Alight tidak menemukan apa-apa di sana. Ia pun berhenti.
"Aku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan di sini. Tidak mungkin aku harus membongkar papan keramik ini satu-satu, atau pun membersihakan rumput-rumput di taman kecil ini," katanya menjatuhkan tatapannya ke dalam taman mini itu.
Alighty bereser dan berdiri di tepi kolam renang. Ia menatap pada hamparan cahaya lampu-lampu yang berjajar di setiap villa-villa dan juga hotel-hotel mewah di sekitar pantai.
Biru langit terlihat samar-samar, dan bintang kejora masih bersinar dengan terang. Bola matanya bergeser ke dinding berkaca kamar milik Halvard.
"Masi sepi, tuan tukang perintah itu pastinya belum bangun dan berendam di kolam ini," ucapnya lagi seraya mengitari kolam.
Meski Alighty belum lama tinggal di hunian itu, namun Alighty mengetahui kebiasaan Halvard setiap pagi. Ia biasanya menyempatkan diri bermandikan sinar matahari dan mengayun kedua lengan kekarnya berulang kali di sepanjang kolam. Halvard memang lebih menyukai olahraga seperti renang, sepeda, atau apa saja yang berhubungan dengan alam, di bandingkan harus ke tempat gym atau ke tempat fitnes.
Alighty membungkuk mengatur posisi duduknya di tepi kolam renang. Ia membiarkan kedua kakinya menjulai dan terendam dalam air. Kedua telapak tangannya menyanggah pada lantai kolam.
Ia memainkan kakinya, mengayunkannya bergantian dan menikmati pemandangan subuh yang indah. Dalam kesendiriannya, ia terkenang akan keberadaan keluarganya. Adiknya Luke Demaine yang berada di Sidney Australia, sedangkan Ibunya yang bernama Marine Natalie, sampai sekarang tak diketahui keberadaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Gizem / GerilimRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)