"Sya, Sya tunggu. Aku mau ngomong"ujar El yang melihat Syaqeela barusaja datang, hanya saja gadis itu terlihat menghindari nya dan itu terbukti saat El memanggil nya justru ia mempercepat langkahnya.
El memang sengaja datang pagi pagi kesekolah untuk menemui Syaqeela dan membicarakan tentang masalah mereka, sedangkan Syaqeela sengaja datang pagi pagi ke sekolah guna menghindar dari El.
'Nyesel gua berangkat pagi' batin Syaqeela menyesal.
"Aku..."ucap El terputus karena dengan tiba tiba handphone nya bergetar pertanda ada telfon, segera ia angkat.
"Assalamualaikum, hallo Tante"
"..."
"Oke, El kesana sekarang Tante. Assalamualaikum"
"..."
El menatap kearah Syaqeela yang juga tengah menatap nya dengan tatapan datar dan dingin. El yang melihat tatapan itu sedikit sakit hati nya, karena biasa nya Syaqeela akan memberikan tatapan yang hangat kepada nya bukan tatapan dingin.
"Kita bicara lagi nanti ya, Tasya butuh aku"
"Ga ada yang perlu di bicarain. Lu ya lu, gua ya gua. Mending urus urusan masing-masing" langkah El terhenti saat mendengar ucapan Syaqeela barusan.
El membalikkan badannya, ia meraih tangan Syaqeela yang hendak pergi.
"Ga"tolak El dingin membuat Syaqeela tersenyum sinis.
"Egois"ejek Syaqeela sembari menghentakkan tangan El yang masih menggenggam pergelangan tangannya.
Setelah mengatakan itu, Syaqeela benar benar pergi dari hadapan pemuda yang dulu pernah mengisi hati nya. Hmmm, mungkin sekarang masih.
Sedangkan El langsung mengacak acak rambut nya, pemuda itu menatap gusar kearah punggung Syaqeela yang sudah menghilang.
...
"Hahaha ga punya malu"ejek Risa yang datang bersama dengan Reyhan.
Gadis itu barusaja melihat Tasya yang datang bersama dengan El. Terlihat wajah gadis itu pucat pasi... Atau bisa jadi pura pura pucat agar mendapat perhatian dari El.
Mata Risa menatap kearah pergelangan tangan Tasya yang terluka membuat sebuah senyuman smirk tercetak jelas dibibie pink tipis nya.
"Abis nyayat ya bu ??? Kok ga mati si ???"tanya Risa dengan wajah yang sok polos.
"Ris, jaga ya omongan lu. Dia..."ucap El terputus.
"Dia emang pantes dapet kayak gitu. Siapa suruh dia jadi pho di hubungan nya lu sama Syaqeela dulu. Kalau ga mau di hujat sama netizen, ya ga usah nyari gara gara. Heh kata Mami gua aja dulu Om Rassya sama Tante Alexa aja dihujat habis habisan, apalagi dia lah"cerocos Risa.
Memang, karena masalah Syaqeela dan El yang putus akibat pho membuat El bahkan Tasya dihujat habis habisan, bahkan karena tak kuat di hujat, gadis itu sampai menyayat tangannya.
Aduh ibuuu, baru di hujat netizen Indo aja lu udah depresi, apalagi di hujat sama netizen korsel, udah bundir kali :)
Back to story...
Oleh sebab itu tadi Mama Tasya menelfon El dan meminta bantuan terhadap pemuda itu agar bisa menenangkan Tasya.
"Lagian ya Cacat, lu kalau mau bundir jangan nyayat tangan. Ga bakal mempan. Nyayat tangan aja ga bakal mempan, apalagi minum baygon, paling cuma sekarat, ga mati"ujar Risa sinis.
"Kalau lu mau bundir, noh terjun dari gedung lantai 15 atau terjun dari flyover, atau lu nabrakin diri di rel kereta pas kereta dateng"usul Risa membuat El menatap nya tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
2 Tom And Jerry (END)
Teen FictionSequel CLBK DON'T BE DARK READERS !!! JANGAN PLAGIAT !!! Kakak ngisengin adek ❌ Adek ngisengin kakak ✅ Yaaa itulah yang dirasakan oleh Arsyilla Aurelia Syaqeela Chadwick atau kerap dipanggil Syaqeela, anak pertama dari Rassya juga Aqeela harus saba...
