NARA terbangun di tempat asing. Di depan nya, sebuah adegan terpampang jelas. Sangat jelas hingga membuat Nara ingin menjerit melihat kebodohan nya lima tahun lalu.
"Ar." Seorang gadis berbaring membelakangi lelaki yang sedang sibuk bermain di pundak nya.
Mencium, menjilat, menghisap dan membuat banyak tanda disana. "Hm." Arka menyahut pendek, masih tak menghentikan aksinya.
Dibawah selimut yang sama, sepasang insan itu sama-sama tak memakai apapun di tubuhnya. Suhu dingin dari AC membuat Arka melingarkan tangan nya pada perut gadis itu. Memeluknya dengan erat.
"Jawab yang bener dong! Jangan hem-ham-hem, aja!" Nara kesal, mencubit kecil lengan Arka yang mulai nakal bermain di area dadanya.
"Apa sayang?" Arka akhirnya menyahut dengan benar. Bertanya dengan suara selembut sutra.
"Kamu tuh, cinta gak sih sama ak-Aah!" Tanya Nara ragu. Kaget saat Arka tiba-tiba saja membalik tubuh Nara. Membuat dia dan Arka kembali berhadapan.
"Kenapa nanya nya gitu, hm?" Suara Arka merendah, tatapan matanya menajam. Tapi sejenak dia terdiam.
"Soalnya kamu gak pernah bilang 'I love you' atau 'aku cinta kamu'."
Arka diam, menatap manik hitam Nara dengan dalam. "I like you, now, don't ask what you know the answer. Oke?"
Nara mengangguk lamat-lamat, saling menatap dalam keheningan. Dua manik mata berbeda warna itu saling berpandangan. Diluar, hujan sekolah melengkapi suasana yang tercipta di atas tempat tidur besar itu.
Lalu, adegan berganti menjadi Seorang gadis 17 tahun yang berguling-guling kesenangan diatas tempat tidur nya. Saat itu, tiba-tiba saja pintu terbuka.
"Kamu kenapa Na?" Odi-salah satu anak panti bertanya, melihat gadis itu tampak seperti kesurupan adalah hal yang aneh untuk nya.
"Ada, deh." Nara tersenyum misterius. Tak memperdulikan Odi yang mendengus, mengambil sweeter nya di atas meja belajar lalu keluar dari kamar. Hari itu, adalah hari dimana dia dan Arka jadian. Nara ingat betul.
Adegan demi adegan berputar di depan Nara. Dia merasa seperti sedang melihat sebuah filem yang di cut setiap adegan nya. Dan yang terakhir, Nara melihat dirinya sendiri sedang menangis di sebuah tempat sepi dengan memegangi perut ratanya.
Nara ingat kejadian itu, itu adalah ketika Nara pulang dari apartmen Arka, menangis hebat saat mendapat penolakan dari lelaki yang di anggapnya sebagai kekasih lima tahun lalu.
Kelopak mata Nara terbuka, menampilkan manik hitam legam yang menatap langit-langit kamar lama. Dia akhirnya keluar dari mimpi, mengetahui bahwa dirinya berada di atas tempat tidur dengan Aska yang memeluk tubuhnya di samping.
Tadi itu hanya mimpi
🍂
Sinar matahari merengsek masuk kedalam setiap celah kamar Nara, membuat wanita yang sedang dipeluk oleh anak laki-laki nya itu terbangun.

KAMU SEDANG MEMBACA
[END]Love me again, please!
Roman d'amourTamat di Dreame:) Penulis: zii_alpheratz Arka Juna Sadewa. Lima tahun lalu, Arka tak mengerti mengapa Nara memilih mempertahankan bayi nya alih-alih menggugurkan nya. Saat Arka memberi nya dua pilihan, tetap bersama Arka dan gugurkan kehamilan nya a...