BAB 31|| BRIANCA CHALESTA

4.8K 299 8
                                    

DUA jam kemudian, Nara akhirnya berhasil membuat Arka pulang dari rumah nya setelah memastikan jika demam lelaki itu sudah sembuh.

Disepanjang perjalanan pulang, Arka tak henti-hentinya memijat kening. Meski demam nya sudah surut, tapi rasa sakit di kepalanya masih ada.

Arka menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kemudi, mencoba fokus dengan stir di tangan nya.

Angin sejauk masuk melalui jendela kaca mobil yang sedikit terbuka, setidaknya mampu membuat rasa peningnya berkurang.

Ting!

Ponsel yang tergeletak di kursi sebelah berdenting dengan nyaring. Arka mengulurkan lengan nya, melihat siapa yang mengiriminya pesan.

-08xxxxxxxxxx

Ar, aku Brianca, masih ingat aku?

Kening Arka berkerut dalam saat melihat nama isi pesan itu. Butuh waktu cukup lama untuk mengingat siapa 'Brianca' yang dimaksud- hingga akhinya dia ingat.

Brianca chalesta.

Wanita yang delapan tahun lalu berhasil merebut hatinya. Wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya, sekaligus merasakan sakit untuk pertama kalinya.

Berbeda dengan saat bersama Nara yang tidak memiliki perasaan apapun saat mereka berdua bersama, bersama Brianca... Arka jatuh cinta. Sangat cinta sampai saat wanita penuh ambisi itu memilih meninggalkan nya untuk pria lain- Arka jatuh dalam rasa sakit.

Kapan wanita itu kembali?

Ting!

Pesan kedua dari orang yang sama.

-08xxxxxxxxxx

Ar, aku Brianca, masih ingat aku?

Ada yang mau aku beritahu. Bisa kita ketemu?

Mobil hitam yang dikendarai Arka masuk kedalam kawasan perumahan keluarga Sadewa. Arka memarkirkan mobilnya di halaman luas rumah itu.

Lalu tanpa mengucakpan sepatah katapun, dia melenggang menuju kamarnya dilantai atas.

Masuk kekamar, dia melemparkan jas nya yang sudah kusut. Membuka kancing kemejanya satu-persatu, lalu seluruh pakaian nya. masuk kekamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.

Dengan cepat, Arka menyelesaikan mandi nya. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk putih yang menggantung di pinggang nya.

Membuat otot-otot tubuhnya yang basah terlihat. Dengan santai, dia melepaskan handuk, lalu berjalan menuju lemari pakaian.

Arka tidak berniat untuk pergi keperusahaan hari ini, dia akan beristirahat di rumah untuk beberapa waktu.

Tok tok!

Pintu kamarnya diketuk dari luar. Arka yang sudah mengenakan pakaian nya membuka pintu, melihat salah satu pelayan yang berdiri diluar.

"Kenapa?" Tanya Arka.

Pelayan itu menunduk, tak berani mendongkak. "Nyonya menyuruh, pak Arka kebawah."

Arka mengangguk, membuat Pelayan itu segera undur diri. Sebelum menemui sang mami, Arka mengambil ponsel nya yang dia letakan di atas tempat tidur.

Berfikir sebentar, akhinya membuka pesan yang tadi dikirimkan untuk nya. Dengan lancar, jemari Arka mengetik dua huruf disana.

-Hm

Hanya itu.

🌸

Di sebrang sana, seorang wanita berpenampilan modis berteriak kegirangan saat mendapatkan balasan dari orang yang ditunggunya.

[END]Love me again, please!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang