SUASANA di ruangan VVIP sebuah restoran kelas atas itu sangat hangat dan romantis. Lilin-lilin menyala disetiap sudut dan vas-vas bunga yang menjadi teman nya.
Dua kursi berukirkan emas berdiri ditengah-tengah mengelilingi meja bundar. Di atas langit-langit sana, lampu kristal besar menggantung menambah kesan mewah di ruangan tersebut.
Duduk dengan anggun, seorang wanita berpakaian bagus menyesap cairan berwarna merah di gelasnya.
Wanita itu sangat cantik dengan gaun ketat yang bahkan tidak bisa melindungi bahu telanjang nya.
Dia sedang menunggu seseorang dan sengaja memilih ruangan VVIP ini untuk pertemuan mereka. Dia rasa, pertemuan pertama setelah sekian tahun lamanya akan menjadi kejutan yang menyenangkan untuk dia ataupun pria yang sedang dia tunggu.
Tak lama menunggu, seorang lelaki dengan jas yang melekat di tubuh atletisnya menghampiri. Lelaki itu tampak sangat menawan- persis seperti terakhir kali mereka bertemu.
"Arka!" Brianca segera berdiri dari duduk nya, mendekat kearah pria itu.
"Maaf lama." Ujar Arka, dia mengabaikan Brianca dan duduk di kursinya.
Brianca tersenyum cantik, kembali duduk di kursinya. Mata hitam milik wanita itu menatap lurus, benar-benar terpesona.
Tiba-tiba, penyesalan dibenak Brianca bertambah- jika- jika saja dia tidak meninggalkan lelaki ini...
"Minum?" Brianca menawarkan sebuah botol anggur berkualitas tinggi.
Arka hanya mengangguk sekilas, membiarkan wanita itu menuangkan nya. Melihat minuman merah pekat- hampir mendekati unggu, membuatnya sedikit menyerinyit.
Sejak bertemu Nara kembali, dia tak pernah menyentuh minuman ini.
"Gimana kabar kamu?" Tanya Brianca ber-basabasi.
"Sebaik nya kamu langsung bicara. Saya gak punya banyak waktu."
Brianca tersedak oleh perkataan Arka. "O-oke."
Arka memang tidak punya banyak waktu, setelah menerima pesan dari wanita yang selama delapan tahun tidak ia temui itu, dia kira ini hanya akan menjadi pertemuan lima menit.
Tidak menyangka jika Brianca memesan lantai VVIP restoran berkelas. Arka juga punya janji untuk bertemu dengan Aska, dia tidak ingin putranya itu kecewa karena tidak menepati janji.
Walaupun Arka sudah memberitahu Nara jika dia akan keluar sebentar dan mungkin sedikit telat-
"Aku minta maaf." Suara lembut Brianca terdengar.
Arka menatap bingung, menaikan salah satu alis hitam nya.
"Aku masih muda saat itu. Aku- aku-"
"Boleh saya ke kamar mandi dulu?" Arka menyela dengan santai.
"Hah?" Raut wajah Brianca menjadi agak bodoh.
"Saya mau ke kamar mandi dulu. Tunggu sebentar."
"O-oke."
Brianca menatap punggung lebar Arka yang perlahan menjauh.
Drtttt
Getaran itu membuat pandangan Brianca teralih. Dia melihat ponsel hitam- yang dia yakin pasti milik Arka diatas meja bergetar.
Brianca menatap sekitar, memastikan jika Arka akan lama.
Dia menatap nama si pemanggil.
'Mamanya, Aska'
Membaca serentetan nama tersebut, Tangan Brieta tiba-tiba bergetar.
Apa? Arka- dia sudah menikah? Kapan?! Dia, dia tidak terima. Kebencian dalam hatinya membuncah. TIDAK! Arka hanya akan menjadi miliknya. Nyonya Sadewa selanjutnya hanya akan ada satu, yaitu Dia! Tidak ada yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END]Love me again, please!
RomantikTamat di Dreame:) Penulis: zii_alpheratz Arka Juna Sadewa. Lima tahun lalu, Arka tak mengerti mengapa Nara memilih mempertahankan bayi nya alih-alih menggugurkan nya. Saat Arka memberi nya dua pilihan, tetap bersama Arka dan gugurkan kehamilan nya a...
![[END]Love me again, please!](https://img.wattpad.com/cover/304617372-64-k119886.jpg)