BAB 17|| SAMA COWOK?

5.8K 444 6
                                        

Mobil BMW hitam berhenti tak jauh dari depan rumah Nara. Tepat di belakang mobil Arka yang masih terparkir.

Kening Arka menyerinyit saat melihat Nara keluar dari mobil sambil menggendong Aska yang tertidur. Wanita itu juga berbicara beberapa patah kata melalui jendela yang dibuka- kepada seseorang didalamnya.

Arka tidak bisa melihat siapa itu, tapi dia merasa familiar dengan mobil yang membawa Nara. Selanjutnya, wanita itu berjalan menghampiri Arka dan mobil itu melenggang pergi meninggalkan kawasan rumah Nara.

"Siapa itu?" Tanya Arka, dia mengulurkan tanggan mengambil alih Aska di gendongan Nara saat melihat wanita itu kesulitan mengabil kunci rumah di dalam tas.

Beberapa paperbag dan juga pelastik berlogo di turunkan. Nara tak menyahut, sebaliknya dia masuk kedalam rumah saat berhasil membukanya dengan kunci, tangan nya kembali meraih kantung belanjaan.

Arka mengikuti dari belakang. Saat Nara berjalan menuju Dapur, Arka berbelok masuk kedalam kamar, membaringkan Aska di atas tempat tidur.

Setelah itu, dia berjalan kembali menghampiri Nara yang sedang membongkar belanjaan nya diatas meja makan.

"Banyak banget, ini bahan makanan semua?" Arka berkomentar-bertanya melihat banyaknya kantung kresek dan paperbag diatas meja.

"Bukan, yang ini baju sama sepatu." Nara menjawab tanpa melirik Arka sedikitpun.

"Baju? Kamu beli?"

"Iya."

"Buat apa?"

"Ya buat dipakelah." Jawab Nara kesal. Arka hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

"Tadi pulang sama siapa?" Tanya Arka lagi.

Nara berbalik menatap Arka yang juga menoleh untuk menatapnya. "Kamu tuh kepo banget sih? Bukan urusan kamu juga." Setelah mengatakan itu, Nara kembali sibuk membereskan bahan makanan yang dia beli.

Arka menipiskan bibir. "Sama cowok ya?"

Nara mengabaikan Arka, dia berjalan menuju rak dan menyimpan bumbu-bumbu. Lalu beralih pada kulkas, menimpan sayuran dan daging. Tak kenyadari Arka mengikuti langkah nya dari belakang.

"Olivia, jawab." Suara Arka terdengar agak dingin.

Nara kesal lagi, memang kenapa kalo Nara diantar pulang lelaki? Toh itu bukan urusan Arka, kan? Nara berbalik, menjawab dengan kesal. "Kalo iya kenap- Hmp!"

Saat wanita itu berbalik, tak sampai menyelesaikan katanya, Arka meraih belakang kepalanya dan melumat bibir merah Nara yang merah karena lipstik.

Nata kaget, tiba-tiba otak nya jadi blank. Apalagi saat Arka mulai menggerakan bibirnya pada bibir Nara.

Arka melumat, menghisap bibir bawah Nara. "Buka, Na." Dia berkata disela lumatan nya.

"Ark--Eumph."

Arka tak ingin mendengar, dia menggigit bibir bawah Nara. Wanita itu sedikit memekik kaget dan membuka mulutnya. Memanfaatkan kesempatan, Arka menyusupkan lidahnya kedalam.

Otak Nara memaki dirinya yang malah terbawa arus oleh ciuman Arka. Wanita itu memejamkan mata, membalas.

Sejenak Arka tertegun saat Nara membalas ciuman nya. Namun setelah itu dia tersenyum di sela aktivitas mereka. Ruangan itu penuh dengan suara decapan lidah dua orang yang sedang berdiri di depan kulkas. Terhanyut dalam ciuman pertama setelah lima tahun lamanya.

Merasa Nara yang tidak melawan, Arka semakin berani. Dia menelusupkan satu tangan nya yang bebas- masuk kedalam baju yang dipakai ibu dari anaknya itu.

Meremas salah satu dada Nara dengan keras. Membuat perempuan itu meleguh diantara lumatan Arka.

[END]Love me again, please!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang