ㅤ
Hari ini Seulgi dan ketiga sahabatnya sudah janjian untuk main di kosan Moonbyul dan Lisa, seperti minggu-minggu sebelumnya mereka hanya akan bermalas-malasan sambil bergibah ria. Mereka janjian berkumpul setelah dzuhur, namun hingga jam menunjukkan pukul satu siang Seulgi belum juga menunjukkan batang hidungnya.
"Kemana nih bayi satu, di wa nggak bales-bales."
"Palingan lagi dijalan." Lisa menjatuhkan kartu 10 love keatas tumpukan kartu lain diatas lantai.
"Kamu menang, Byul!" Wendy mengingatkan Moonbyul untuk memasang kartunya.
"Hah! aku nggak punya!" gerutu Lisa setelah Moonbyul memasang kartu 8 keriting, ia mulai mengambil satu persatu kartu yang masih tertumpuk terbalik.
"Minum terooos sampe kembung!" Wendy dan Moonbyul menertawai Lisa yang sudah mengambil kartu kelimanya.
"Yang ngocok siapa sih, jelek-jelek amat?!" sungut Lisa.
"Kan yang terakhir kali kalah ente, Saepudin!"
Lisa mencebikkan bibirnya saat tersadar ia sendiri lah yang mengocok tumpukan kartu itu. Mereka asik bermain kartu sampai tidak mendengar suara motor yang berhenti didepan kos, suara derap kaki juga terdengar semakin mendekat.
"Good evening everybadeh!!" Seulgi melepas sandalnya lalu masuk kedalam kamar Moonbyul, kedua tangannya penuh dengan kantong plastik.
Atensi ketinganya langsung teralihkan ke dua sosok gadis yang melenggang masuk kedalam kamar, aroma makanan mulai memasuki indra penciuman ketiganya yang otomatis kegirangan dan melupakan permainan kartu mereka.
"Terimakasih Ya Allah telah mendatangkan rejeki!!" Lisa membanting kartu-kartu ditangannya.
"Irene on treat today!! Say happy birthday to Irene, everyone!" Seulgi meletakkan kantong-kantong plastik itu di lantai dan bertepuk tangan.
Mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Irene dengan ramai, sampai-sampai terdengar ke kamar kos lain di lantai atas. Setelah itu mereka mulai menata ayam cepat saji yang dipesan Irene dan Seulgi, kemudian duduk melingkar di lantai.
"Irene baik banget..." Wendy memindai pemandangan makanan dihadapannya.
"Makasih ya Irene, pas banget lagi tanggal tua." Lisa menggosok-gosok kedua telapak tangannya
"Irene repot-repot ah, kan jadi enak." Moonbyul mencomot kentang goreng dan memakannya.
"Iya sama-sama, nggak repot kok, Kak." Irene terkekeh.
Mereka makan dengan ramai, saling berceloteh ria baik topik yang bermutu sampai yang tidak. Seperti biasa Irene dan Seulgi terlihat mesra, adegan saling suap tidak bisa terhindarkan, beberapa kali yang lain mencemooh mereka dengan ikut minta disuapi.
"Rene kenapa nggak beli popeye aja tuh yang deket?" walaupun bertanya namun fokus Lisa masih pada soup creamnya.
"Kak Seulgi suka kfc." singkat, padat, dan jelas.
Ketiga sahabat Seulgi langsung memandang ngeri kearah Irene dan Seulgi.
"Apa? Bukan aku yang nyuruh beli ya!" Seulgi cemberut ditatap seperti itu oleh sahabatnya.
"Dahlah kalian pacaran aja sana!" Moonbyul memberikan gestur menyentil Seulgi di udara.
"Jangan mengadi-ngadi ya mulut!" tegur Seulgi yang sebenarnya panik jika hal seperti ini mulai diungkit-ungkit, sedangkan ketiga sahabatnya hanya bisa menertawai kedua gadis yang terlihat canggung itu.
"Ngomong-ngomong nih, kamu perasaan sama Seulgi mulu, Rene? Pacarmu nggak cemburu apa?" Lisa tiba-tiba membawa topik sensitif bagi Seulgi.
"Nggak kok, aku udah dua minggu nggak ketemu kak Seulgi malahan." Irene meminum pepsinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sahabat Masa' Gitu?
FanfictionBagaimanakah kisah persahabatan Alnaya Seulgi dan Irene Elenora pada masa SMA mereka? Season 2 dari Middle School. Better you read Middle School first 😉
