ㅤ
Beberapa teman perempuan dari tim Seulgi menangis karena mereka merasa telah melakukan kesalahan, Seulgi yang tau timnya sudah melakukan dengan maksimal hanya bisa menenangkan dan menyemangati mereka dengan kata-kata. Karena sejauh pengelihatanya selama mereka tampil tidak ada kesalahan yang menonjol dimatanya, Seulgi pikir mungkin mereka hanya terlalu cemas saja.
ㅤ
"Kalian hebat!"
"Nggak apa-apa, kalian udah maksimal banget!"
"Ini udah bagus banget kok, udah lebih dari geladi bersih kemaren!"
"Ayo ayo jangan nangis, kita belum foto-foto!"
Para senior dan alumni mencoba menghibur anggota yang terlihat bersedih dan kurang puas dengan performa mereka saat tampil tadi, Seulgi hanya bisa memandang iba karena menurutnya tidak ada yang perlu mereka tangisi sebenarnya.
"Kenapa?"
Hampir Seulgi terkejut saat sebuah tangan mungil memeluk lengannya, otomatis kepalanya menoleh kearah sang pemilik suara yang sangat familiar di telinganya itu.
Seulgi menggeleng, "Nggak papa, kesana aja yuk!"
Seulgi mengajak Irene menjauh dari kerumunan anggota paskibnya, mereka berjalan menghampiri ketiga sahabat Seulgi yang duduk bersama Jisoo. Perhatian keempat orang itu langsung tertuju kearah lengan Seulgi dan Irene yang saling bertautan, namun sepertinya tidak dihiraukan oleh mereka berdua.
"Kenapa tuh temen-temenmu?" Wendy menyodorkan sebotol air mineral baru kearah Seulgi.
"I think they just upset, mereka bilang mereka ngelakuin kesalahan, tapi dari depan aku nggak liat sih mereka ada salah. Cemas aja kali mereka." Seulgi membuka tutup botol mineral yang masih tersegel itu dan meminumnya.
"Kok nggak ada yang beli es?" mata Seulgi menelusuri seluruh permukaan meja.
"Kan kamu nggak boleh minum es!"
"Kan udah selesai lombanya!" Seulgi memajukan bibirnya kearah Lisa.
"Iya udah nanti malem aja es nya, makan-makan sama Wendy." Moonbyul menaik-naikkan kedua alisnya.
"Asiik..." sebelum menutup botolnya Seulgi menawari Irene yang menggeleng, ia terlihat bete.
"Masih lama ya ini Seul?" Moonbyul menatap kearah Seulgi yang menyenderkan kepalanya di pundak Irene.
"Ini mau foto-foto sebentar, terus balik ke basecamp makan siang, pengumumannya masih nanti sore sekitar jam empat-an lah." Seulgi menghela nafas lega saat Moonbyul mengarahkan kipasnya kearah Seulgi.
"Kalian mau nungguin sampe pengumuman? Kalian udah makan belum?" monolidnya menelusuri wajah ketiga sahabatnya.
"Ikut lah ke basecampmu. Makan disana, nanti beli dulu." Moonbyul dan Wendy mengangguk setuju dengan ide Lisa.
"Kamu mau ikut ke basecamp juga?" Seulgi melirik Irene yang masih fokus dengan ponsel di tangannya.
Moonbyul baru sadar bahwa ponsel yang dimainkan Irene sedari tadi adalah posel milik Seulgi, ia melirik ke dua sahabatnya yang lain mencari tahu apakah mereka menyadari itu juga atau tidak.
"Iya, aku mau liat pengumumannya juga." Irene meletakkan ponsel milik Seulgi di meja tepat didepan pemiliknya.
"Jis, kamu mau ikut?" Irene menoleh kearah Jisoo yang dari tadi sangat sibuk dengan ponselnya.
"Emm.. aku pulang sekarang nggak papa? Mamaku ribut minta dianterin belanja." Jisoo memasang ekspresi maafnya.
"Sekarang banget?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sahabat Masa' Gitu?
FanfictionBagaimanakah kisah persahabatan Alnaya Seulgi dan Irene Elenora pada masa SMA mereka? Season 2 dari Middle School. Better you read Middle School first 😉
