Sunoo sudah tidak dapat menemukan keberadaan Sunghoon. Ia terus berlari sampai halte bus kedua yang ia temui. Tapi masih belum juga bertemu dengan kakak tingkatnya itu.
Ia memutuskan untuk pergi ke rumah Sunghoon. Sesaat tadi Sunoo melihat raut wajah Sunghoon yang sulit diartikan, ia berniat untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya.
Sunoo menaiki bus arah pulang, ia segera turun ketika tahu bus yang mengantarnya berhenti di halte tujuannya.
Sunoo menunggu di depan apartement Sunghoon dengan keadaan tubuh dan baju yang ia pakai basah karena hujan. Ia tidak bisa menghubungi Sunghoon karena mereka bahkan belum sempat bertukar nomor telpon.
Sunoo terus memikirkan, mungkin saja Sunghoon kecewa karena ia telah melupakan janji mereka pagi ini. Ia beitu merasa bersalah.
Sudah lebih dari 30 menit Sunoo berdiri di depan apartemen Sunghoon itu. Beberapa orang yang berlalu, seperti berbisik membicarakan dirinya. Ada juga yang menawari meminjamkan payung untuknya. Namun Sunoo menolak dengan alasan, ia tidak akan lama berada di tempatnya sekarang ini.
Sunghoon yang baru saja tiba di depan gedung apartemennya itu terkejut melihat Sunoo berdiri disana. Begitu pula Sunoo, ia kaget ketika melihat Sunghoon berdiri di depannya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Lelaki itu mencoba tidak menghiraukan keberadaan Sunoo dan langsung berjalan melewatinya yang masih diam.
Sunoo tampak tidak bisa lagi membendung air matanya, setelah hampir satu jam ia menunggu Sunghoon di depan gedung apartemen kakak tingkatnya itu. Ia menangis sesenggukan, namun tidak juga beranjak dari tempatnya. Sunoo ingin segera meminta maaf, namun Sunghoon tampak tidak peduli padanya.
***
Sunghoon yang memutuskan untuk pergi tanpa mau tahu keadaan Sunoo seperti tersadar akan sesuatu. Baru saja pintu liftnya terbuka di lantai tempat tinggalnya, segera ia memencet tombol lagi untuk mengarahkan liftnya kembali ke lantai dasar.
Ia merasa kurang dewasa jika mendiamkan Sunoo tanpa tahu alasan ia tidak menepati janji dan sekarang anak itu menunggunya entah sejak kapan.
Sunghoon tidak mampu berkata apa -apa ketika melihat Sunoo masih berada ditempatnya tadi. Ia menghampiri adik tingkatnya itu, 'Dia nangis?' batin Sunghoon. Ia berdiri di depan Sunoo yang masih sesengggukan menangis.
Sunoo sadar ada seseorang di depannya sekarang, ia segera mendongakkan kepalanya dan melihat Sunghoon. Laki -laki itu menghampirinya. Masih dengan wajah penuh air mata ia mencoba menata hatinya.
"Kak Hoon, aku minta maaf karena nggak bisa nepatin janji ketemu kakak pulang kuliah tadi."
Kalimat pertama yang diucapkan Sunoo padanya. Membuat jantungnya mencelos, seperti tercubit.
"Tadi aku selesai kuliah jam 2 siang, dan Taki temen sekelasku ngajakin pergi ke karaoke, karena ini hari ulang tahunnya aku nggak enak mau nolak ajakannya." Sunoo mencoba menjelaskan keadaannya.
"Aku pikir, aku bisa datang ke acara Taki itu dalam waktu kurang dari 2 jam, tapi aku baru sadar kalau aku ngelewatin waktu janjiku sama kakak."
Sunghoon masih diam, ia mencoba memahami Sunoo.
"Waktu mau balik ke kampus, baru setengah jalan hujan deras turun." Sunoo menarik napasnya panjang.
"Aku nggak tahu harus gimana ketika tau kak Niki nyuruh aku neduh, aku terus kepikiran kakak. Mungkin kak Sunghoon juga nungguin di tengah hujan, karena aku telat dateng."
KAMU SEDANG MEMBACA
Blooms in Our Hearts
FanfictionKim Sunoo diam diam suka kakak kelasnya dari SMA. Park Sunghoon idola kampus yang terkenal dingin. Gimana ceritanya kalau Sunoo nggak sengaja denger pernyataan cinta seseorang pada Sunghoon. Dari pada penasaran, Lech reading!! cast: Kim Sunoo Park...
