Di sebuah kamar kos, terlihat seorang pemuda yang sedang tertidur namun beberapa saat kemudian tidurnya terganghu.
"Eughhh."Lenguhnya dan terbangun dari tidurnya.
Ia kemudian menatap sekitar "Eh kok gue gak mati sih, lagian ini dimana dah."Ucapnya.
Kemudian ia merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya, Ia merasakan banyak ingatan yang muncul dan beberapa wajah yang terbayang di kepalanya.
"Andrean Askala."Gumamnya.
Yaps dia adalah Antonio yang bertransmigrasi ke tubuh seorang figuran dalam novel yang ia baca, Nama figuranya adalah Andrean dia adalah Anak haram dari Tuan Addison atau Ayah dari Male Lead.
Karena pada saat itu tuan Addison sedang mabuk dan Membawa seorang pelayan Cafe ke sebuah hotel dan memaksanya, dan terciptalah Andrean namun mamahnya Andrean tidak meminta tanggung jawab padahal Tuan Addison sudah mencarinya.
Saat Andrean SMP ia mengetahui semua sebelum ibunya Meninggal karena serangan jantung, ibunya berpesan "Tidak usah mencarinya, kita sendiri sudah bahagia jangan kamu rusah kebahagiaan merek." Andrean menyetujuinya.
"Ck miris banget hidup lo tong, Tapi kok bisa di novelnya aja gak ada tuh di ceritakan bapaknya wiliam Kobam."Gumamnya menatap langit.
"Tapi untunglah gue gak jadi mati, jadi di tunda siksa nerakanya."Lanjutnya kemudian kembali ke kasur.
"Karena ini masih jam 1 pagi maka tidur lagi ah."ucapnya kemudian merebahkan dirinya di kasur dan memulai tidurnya.
*******
Pagi telah menyapa, Andrean telah terbangun dari mimpinya, Karena sudha biasa hidup sendiri membuat ia dengan mudah menyesuaikan diri.
oh iya, Untuk kebutuhan sehari-hari Andrean dari usaha ibunya yang di wariskanya yaitu toko kue jadi untuk hal makan minun dan sekolah sudah terpenuhi.
Andrean Jika kesekolah selalu terlihat Nerd karena ia tidak mau orang tahu siapa dia, Karena menurut ibunya Muka dia sangat mirip dengan Ayahnya.
Andrean Kemudian berganti pakainan seragam setelah ia memasak "Sarapan sebelum sekolah itu penting." Ucapnya kemudian ia makan sarapanya dengan tenang.
Andrean kemudian Keluar dari kamar kosnya, "Ah lebih baik habis ini cari apartemen aja lah, Lagian cukup kali uang gue mampir ketoko dulu cek kariyawan."Ucapnya kemudian melangkah.
Andrean kemudian samapi di sebuah toko kue yang cukup besar dan ramai, Ia kemudian masuk "Pagi semua."Sapanya.
"Pagi."Balas semua
Semua kariawan menatap Andrean dengan bingung akan penampilan bosnya itu yang biasanya Nerd kini sangat manis.
Andrean yang biasanya Akan rambutbya yang Rapi dan kacamat dan jangan lupa tompel palsu yang ia buat, namun kini rambutnya ditata Acak dan kacamata yang sebenarnya ia butuhnkan karena Andrean Rabun jauh.
"Baiklah, Semua lanjut kerjanya ya saya mau ke sekolah."Ucap Andrean yang di angguki semuanya.
Andrean ke sekolah menggunakan Motor sprot biasa yang di belinya namun jarang di pake karena penyamaranya. Andrean dan Wiliam terpaut satu tahun, Dimana Andrean yang seangkatan Female lead dan Antagonis yang masih kelas 10 sedangkan Wiliam sudah kelas 11.
"Kira kira sampai mana ya alur novelnya."Gumam Andrean yang menjalanjan motornya di tengah keramaian kota jakarta.
Perjalanan Andrean ke sekolahnya lumayan singkat karena kebetulah jalanan kota jakarta tidak begitu macet, Andrean yang kini sudah sampai di Parkiran sekolah memarkirkan mototrnya ia membuka Helem Full facenya.
