William termenung di dalam kamarnya sembari memegang sehelai rambut yang ia ambil dari kepala Andrean.
William kemudian menatap Rambut itu "Semua akan baik-baik saja."Ucap William.
William kemudian keluar dari kamarnya, ia kemudian melangkah menuju keluar untuk kumpul dengan temanya di Cafe milik Andrean karena mereka sudah janji.
"Mau kemana ??"Tanya Laras melihat wiliam yang hendak pergi.
"Keluar mah, Mau kumpul sama temen."Ucap William.
Saat william hendak pergi ia teringat sesuatu, Ia kemudian menghampiri Laras "Mah, Kasih ini ke Ayah dan suruh dia memeriksanya."Ucap William menyerahkan plastik berisikan Sehelai Rambut.
William kemudian pergi meninggalkan Laras yang menatap heran plastik yang ia pegang "Jem..Eh..Rambut siapa ini ??"Ucap Laras menatap Sehelai Rambut itu.
Adrian
Mas ini katanya William nitip Rambut buat apa sih.
Buat Tes DNA sayang
ooooh
Cepat nih Ambil biar cepet tahunya.
gak sabaran banget sih, Atau jangan-jangan kamu kangen ya sana aku.
dih PD.
baiklah kalo kamu kangen sayang aku OTW.
"Dih Dasar Buaya tua."ucap Laras menatap Ponsek miliknya.
****
Kini william sudah sampai di Cafe milik Andrean, Di parkiran mereka sudah ada Temanya "Lama lo."Ucap Calvin.
"Hm."Hanya di balas Deheman oleh William.
"Dah yuk masuk."Ucap Daniel.
Alvaro dan Malvin hanya menyimak tak berniah begabung, dan akhirnya mereka langsung masuk kedalam Cafe milik Andrean.
Terlihat di dalam sudah ada Andrean dan Noah yang sedang berada di meja, Seperti biasa Andrean yang acuh dengan Menatap laptop miliknya.
"Yo, Boleh gabung."Tanys Malvin namun semua sudah Duduk di Kursi sebelum meminta izin.
"Kalian udah duduk BTW."Ucap Noah menatap Melvin Malas.
"ck, Gak di sekolah di rumah subuk mulu hidup lu Ndre."Ucap Calvin.
"Hidup sendiri jadi Apa aja sendiri berbeda dengan kalian yang tinggal minta."Ucap Andrean telak.
Calvin meringis menahan malu, William sudah menatap tajam Calvin "Nih anak Kalo ngomong gak ada Filter apa." Batin mereka semua.
"Pesen aja Yang kalian suka."Ucap Andre.
"Weeess, Gratis nih."Ucap daniel Andrean mendatarkan wajahnya.
"Gak, Rugi bahan gue."Ucap Andrean melunturkan Senyum Daniel.
"Ndre boleh gue tanya kok lu Bisa hidup sebatang kara."Tanya Alvaro tetap dengan Wajah datarnya.
"Hah..."Andrean Menghela Nafas, sedangkan Noah sudah memegang Popcorn karena ia akan sekali lagi mendengar kisah kasih Kehidupan Seorang Andrean Askala.
