5

31K 2.4K 111
                                        

Sesuai janji mereka Kini Andream dam Noah sedang berada di Cafe Andream, Seperti biasa Disini Noah hanya numpang Wifi dan Makan.

"Eh ndre lo pernah gak sih pacaran ??"Celetuk Noah tiba tiba.

"Blm."Jawab singkat Andrean.

"Coba deh lo rasain wkwkwk."Ucap Noah.

"Bukanya lo juga belum pernah pacaran."Ucap Andrean.

jlep.

Terdiam dengan kata Andrean membuat Noah mati kutu "Lo langsung ulti, Munimal Basic Attck dulu."Ucap Noah.

"Lagian mending gue pernah Di Tembak sama Cewek lah Elu.."Ucap Andrean lagi.

"Udah kek, Gak ada harga dirinya gue." Noah mendelik kesal karena selalu saja ia jadi bahan bullyan.

Andrean hanya tersenyum melihat Noah lalu kembali melanjutkan pekerjaanya, Beberapa saat kemudian ia selesai dengan pekerjaanya.

"Mall yuk, Kita beli Cilor."Ucap Noah Yang di angguki oleh Andrean.

Andrean dan Noah kemudian berangkat ke salag satu Mall yang ada di jakarta, Andrean Dan Noah berangkat menggunakan Mobil katena Andrean malas berpanas-panasan.

***

Kini Andrean dan Noah sudah ada di Mall, Andrean dapat melihat Raut wajah senang Noah ketika ia mendapatkan Cilor kesuakanya.

"eh ndree itu bukanya Vania sama William."Ucap Noah melihat sosok yang mirip dengan Salah satu Tokoh utama.

Andrean kemudian melihat kemana arah pandangan dari Noah, Dan benar saja terlihat William dan Vania sedajg beradu Argumen dimana Vania yang jelas-jelas mencintai William dan William yang menolak.

"Sudah jangan urusi mereka."Ucap Andrean kemudian melangkah kembali untuk melanjutkan jalan mereka di Mall.

Beberapa jam berlalu kini Noah dan Andrean Hendak pulang namun ternyata huja  sudah datang, Beruntung Andrean mengusulkan membawa mobil Noah.

Saat Noah mengendarai mobilnya, Ia melihat Vania yang di tinggal sendirian di sebuah gang "Bukanya Tadi dia sama William."Ucap Noah.

"Berhenti."Ucap Andrean saat mobil Noah berada di dekat Vania berteduh.

Andrean menurinkan Kaca mobilnya "Naik."Ucap Andrean.

Vania yang mendengar itu hanya menatap bingung Andrean tanpa tahu maksud dari perkataan Andrean.

"Vania, Andre bilang masuk mobil biar kita Antar."Ucap Noah.

"Oh bilang dong."Ucap Vania kemudian Ia masuk kedalam Mobil Noah di bagian belakang.

"Jalan."

"Lo fikir gue Supir lo."Ucap noah kesal.

Noah kemudian melajukan mobilnya"Alamat lo."Lagi Andrean membuat Vania bingung karena Ia bicara hanya dua kata.

"Ck, Lo kalo ngomong sama manusia Jangan pake bahasa Koala."Ucap Noah.

"Alamat lo mana Van."Ucap noah.

"Jangan antar gue kerumah, Nanti aja soalnya Gue janji pulangnya agak Sore."ucap Vania.

"Ya udah kita ke Apart lo aja dulu ndre."Ucap Noah.

"Lo tinggal di Apart ndree."Ucap Vania.

"hm."

"Sendiri ??"

"hm."

Sungguh Noah kesal dengan Sahabatnya satu ini "Ham hem ham hem Cosplay nisa sabyan lo."Ucap Noah yang di balas Tatapan tajam Andrean.

"Nyokap lo ??"Lagi Vania Bertanya.

"Mati."Tubuh vania menegang, Sepertinya dia salah akan bertanya.

"Kalo bokap ??"

"Gue anak Haram."Ucap Andrean datar tanpa beban.

Vania memukul mulutnya "Ini mulut kalo sudah kepo kenapa gak bisa di Rem sih."Ucap Vania namun terhenti ketika seseorang menyetuh tanganya.

"Stop, melukai dirimu sendiri."Ucap Andrean Tanpa sadar Andrean menjegah tangan Vania memukul mulutnya.

Vania menatap Andrean begitupun keduanya larut dalam Pesona masing masing "Tampan."Lirih Vania yang hanya bisa di dengar Andrean sedangkan Noah ia terlalu fokus menyetir.

"Eh..Sorry Reflek."Ucap Andrean.

"Tak apa."Balas Vania.

"Ada apa denganku." batin Andrean.

"Ini beda saat dengan William."  Batin Vania.

"Ekhemm."

Deheman Noah membuyarkan Lamunan mereka, "Kita sudah sampai."Ucap Noah Yang memang mereka sudah ada di parkiran Apartemen Milik noah.

Noah, Andrean dan Vania kemudian masuk kedalam Aparetemen sesampainya di Ruang Apartemen Andrean vania tercengang.

"Ini beneran Kamar cowok, Apa Nih manusia perfecsionis Semuanya Ditata sesai Abjad dan Tinggi barang Anjirr."  Batin Vania melihar Kamar Andrean.

Noah kemudian menaruh kunci mobilnya di meja kemudian ia mengambil sebuah novel di atas meja "Taruh seoerti semula dan dalam keadaan semua Ku lihat mereng sedikit ku tenadang kau Noah."Ucap Andrean menatap Tajam Noah.

"Ya fiks, dia Sakit jiwa." Batin Vania.

Andrean kemudian duduk di sofa "Lo ada nomor William."Ucap Andrean pada Vania.

"Ada."Vania kemudian memberikan ponselnya, dan kemudian Andrean menelfon William.

disisi lain Wiliam tengah Bersama dengan Ana masih dengan Tatapan datarnya, Ana dan Wiliam sedang berada di Sebuah Cafe.

Drt...drt...drt..

Ponsel William berbunyi, William Mengerutkan keninganya karena Nomor yang menelfonenya tidak ia simpan.

"Halo."

ucap Di sebrang sana dengan Suara Andrean.

"Siapa ??"

"Gak penting, Gue cuma mau ngasih tahu kalo tunangan lo sekarang berada di Apertemen gue, jemput dia."

"Ck, Lo kalo nelfok sopan udah gak ngasih tahu nama bahas masalah gak penting."

"Gue cuma mau ngasih tahu, jadi orang bermanusia dikit minimal kalo lo bawa cewek itu anter sampe rumah gak lo tinggal do halte sendirian mana hujan kalo anak orang kenapa-napa lo mau apa ??"

William terdiam benar william meninggalkan Vania di halte karena menjemput Anna.

"Gue gak peduli, Mending lo Anter aja langsung pulang."

"Brengs...."

Tut..

Andrean menggeram marah, " Manusia punya otak gak sih."Umpat Andrean.

"Lo juga, Udah sering di permaluin masih aja lo kejar."

"Aneh nih dunia aneh, Noah anter dia pulang cepat."Ucap Andrean dan Noahpun mengantar Vania pulang.

Bersambung.....

Andrean (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang