16

22.1K 1.6K 27
                                        

Kini Hari telah berganti Andrean sedang menjalani kehidupan barunya dimana dia bersama dengan keluarga dia.

"Eughh."Languh Andrean Terbangun dari tidurnya.

Andrean menempati kamar yang Jauh lebih luas dari Apartemen dia, Oh iya Untuk apartemenya ia biarkan jaga jaga kalo ia lagi ada sesuatu dan gak sempet pulang.

Andrean kemudian bergegas untuk mandi dan berseragan lalu turun kebawah sampai di bawah Andrean tidak mendapatai keluarganya.

"Loh aden kok udah bangun."Ucap pembantu bernama Bi ijah.

Andrean hanya mengangguk kemudian ia melihat jam dimana itu menunjukan pukul 05:00.

Andrean memang sudah terbiasa dengan bangun pagi karena ia juga harus menyiapkan sarapan untuknya.

Andrean lantas menuju dapur untuk memasak "Loh loh loh Aden mau apa."Ucap bik ijah yang lagi memotong Wortel.

"Bantu."Ucap singkat Andrean.

"Nanti Tuan besar marah kalo sampai tahu aden masak."Ucap bi Ijah.

"Gak papa."Ucap Andrean dengaj wajah datar.

Bi ijah membiarkan Andrean Melakan apa yang ingin dia lakukan, Tak berselang laka masakan Andrean sudah jadi dan di sajikan di Meja.

Beberapa menit kemudian Semua orang yang ada di rumah telah siap dengam Persiapan mereka untuk memulai hari.

"Loh kamu udah bangun."Ucap Laras.

"Sudah bund."Jawan Andrean datar namun sedikit melembut.

Beberapa saat kemudian terlihat Tn addison, Yuli dan Adrian datang dari Arah kamar mereka.

Andrean terlihat mau meminum susu coklat yang ia buat sendiri "Nanti Acar sekolah kamu jam 8 kan ??"Tanya Adrian yang hanya di balas anggukan oleh Andre.

Andre hendak meminim susunya namun tiba-tiba Susu itu di rebut oleh Wiliam dan langsung meminuh habis susu itu.

"Thanks."Ucap Wiliam dengan Senyum mengejek.

"Yaa, Kenapa Kakak habisi susu guee."Ucap Andream.

"Piissss."ucap Andrean Sambil nyengir.

"Lagian lo udah gede masih minum Susu."Ucap Wiliam.

"Kakak yang seharusnya Minus susu juga masak kalah tinggi sama gue."Ucap Andre lagi.

"Yaaa, Cuma beda 2 Cm Aja Sombong lo."Ucap Wiliam.

"Yang  dikatakan Andre benae wil, Kau kakak tapi kalah sama Andre."Ujar yuli.

"Yaaah, Lihat Wiliam di bully."Ucap Wiliam pada Ayahnya.

Semua orang terkekeh melihat Eksperesi wiliam "Hentikan itu, Sangat menjijikan."Yah tentu saja kecuawli Andre yang menatao datar.

Tn Addisaon terperangah sejak kapan suasana Rumah ini menghangat "Sudah hentikan mari sarapan."Ucap Adrian.

Merekapun makan dengan tenang hanya detingan sendok yang terdengar.

"Oh iya wil, Untuk Client di Paris perkembanganya gimana."Ucap Tn Addison.

Yaps Wiliam memang sudah membantu di Perusahaan keluarga jadi wajar saja "Ya begitu masih mencari Tempat yang cocok untuk di jadikan Lahan."Ucap William.

Andrean yang mendengar itu penasaran "Memang Proyek apa ??"Tanya Andrean.

"Pembangunan Mall."Ucap Tn Addison.

"Bukanya Mall di sana Sudah banyak."Ucap Andrean kebingunan.

"Iya, Makanya Kalo di sana kami rasa pas untuk tager pasar kami."Ucap Tn Addison.

"Kalo boleh Saran sih, Mending Di Indonesia saja, Selain Mall di sini Sudah lama bukanya lahan yang tersedia juga banyak, Dan Kita bisa surfei kapanpun kita mau tanpa Repot keluar negeri."Ucap Andrean.

"Heem, Usul bagus tuh nanti kita Rapat ulang aja, Dan Kamu ikut dek."Ucap Wiliam.

"Heheheh, Apa apa ini Enak saja Andre nanti mau bunda aja buat temenin mama Untuk ketemu sama temen-temen bunda."Ucap laras.

Andrean meringis mendengar itu "Eum, Bunda maaf tapi Andrean juga Ada meeting untuk Client EO Andre di Cafe milik Andre nanti."Ucap Andrean.

"Yaah,."Laras kecewa.

Andrean tak enak hati "Eee, yaudah deh Andee Cencel saja Cliennya."Ucap Andre panik.

"Tidak usah, Nanti orang suruhan Kakek yang ahli dalam bidang itu akan Kakek suruh Gantiin kamu, Sekarang kalian berangkat dan Andree nanti kamu tampilkan Kami akan datang semua bukan cuma Ayah kamu."Ucap tn Addison.

"Kami berangkat."Ucap Wiliam dan Andrean mereka kemudian berangkat sekolah dengan motor mereka masing-masing.

sepeninggalan Andre dan William Adrian menatap Ayahnya serius "Ayah ada yang ingin aku bicarakan."Ucap Adrian.

"Apa ??"

"Soal perjanjian."Ucap Adrian membuat Tn Addison kaget sekaligus teridiam pasalnya ia baru ingat perjanjian bodoh yang ia buat dengan Sahabatnya.

"Haah, Ayah juga gak tahu ayah tak ingin membuat dia lebih menderita kiita serahkan kepada dia saja, kalo dia menolak kita batalkan perjanjian itu."Ucap Tn Addison.

"Terimakasih ya."Ucap Adrian.

"Hey, dia juga cucuku."Ucap Tn Addison.

"Sudahlah lebih baik kau ke sekolah mereka, acarnay sudah mau di mulai."Ucap Yuli sinis karena memperbutkan Andre apaan, andrean juga cucunya kali kesal karena hanya dia yang belum punya kesempatan bersama Andre.

****

Di sebuah Ruangan terlihat seorang yang tengah bergelut dengan Dokumennya kemudian ia terdiam.

"Hmm, Andree Jadi dia Sepupuku yah."Ucap seseorang itu.

"Haaah, Benar ternyata selama ini kita ketinggalan  beberapa peristiwa dan juga Wiliam yang bertunanganpun kita tidak tahu."Ucap pria paruh baya.

"Tega sekali mereka melakukan itu pada kita."Ucap seorang wanita.

"Hahahaha, gimana kalo kita kerjai mereka kita buat Andre sibuk dengan kita hingga mereka di Acuhkan bayangkab reaksi Pak tua Itu gimana."Ucap pemuda.

Mereka adalah Keluarga Dari Damian Putra Addison Atau kakak dari Adrian yang sudah bekeluarga di luar negeri.

"Yah, Aku gak sabar melihat dia akan bernyanyi."Ucap Wanita itu yang tak lain adalah istri damian.

mereka melihat sebuah laptop dimana itu adalah rekaman Langsung dari kegiatan pensi sekolah Andre.

"Ck, Seharusnya aku jadi wakil Andre kenapa dia malah jadi wakil keduanya."Ucap Damian melihat Adiknya yang datang.

"Loh, mereka semua datang."Ucap Devan melihat seluruh keluarga datang.

"ck, tidak adil."Umpat Nevan.

"Tenang Beberapa hari lagi kita kesana."Ucap yang tertua.

mereka kemudian melihat kegiatan itu sembari melakukan pekerjaan mereka.

****

"DASAR KAMU ANAK HARAM, MASIH UNTUNG KAMU KAMI RAWAT TAPI MALAH TIDAK TAHU DIRI."  Teriak seorang wanita.

"Hiks hiks maaf ma hiks."Ucap lirih seorang gadis.

"SUDAH BESOK KAMU AKAN KAMI JODOHKAN AGAR BISNIS KELUARGA KAMI LANCAR KAMU JANGAN MENGACAU." bentak seorang pria.

Gadis itu tertunduk karena ia akan di jodohkan karena alasan Bisnis Ayahnya menjual dia karena dia anak dari hasil hubungan gelap.

Gadis itu Adalah Berliana Septiani, "Kuatkan Hamba." Lirih Ana.

Semua orang tidak ada yang ingin lahir dari sebuah kesalahan.

Bersambung....

Andrean (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang