di sekolah tepatnya pagi hari Andre di buat jengkel karena Kehadiran sosok yang begitu menyebalkan, Ah salah...Dua sosok siapa lagi kalo bukan Sandra dan Stevi yang berdebat soal Siapa yang duduk di samping Andre.
Noah yang berada di samping Andre terheran karena yang mereka perebutkan cuam Andre kenapa tidak dia.
"Kelian berdua bisa diam tidak."Ucap Noah.
Stevi dan Sandra yang sedari tadi berdebat berhenti .
Mereka sekarang berada di kantin karena Hari ini mereka jam kosong semua guru lagi mempersiapkan tes kenaikan kelas.
di kantin ini sudah ada Andrean dan Noah, Wiliam dkk serta Vania dkk.
"Nih manusia siapa sih."Ucap Calvin.
"Nih orang yang sudah bikin Si Ana menderita."Ucap Noah yang sudah tahu siapa Sandra dari Andre.
"Oh jadi ini bentukan Sodara tiri Ana."Ucap Daniel menganggukan Kepala.
"Biasa aja."Ucap Alvaro singkat.
"Eh iya BTW nih gue denger si Ana mau kawin sama Abang kalian ya."Ucap Malvin menunjuk Andre, william dan Si kembar.
"Iya anjirr, gegara Noh dua iblis keluarga Addison mengomporin Kak Zyan jadi nikah dia ama si Ana."Ucap Nevan.
"Kak, Siapa yang kalian panggil iblis."Ucap Andre kebingungan.
"Ya kalian berdua lah, Sape lagi."Ucap Devan.
"Oh."
"Gue gak nyangka sih kalo kehidupan Ana bakal seberat itu."Ucap Vania.
"Kasihan anjirr."Tambah thalita.
Sandra yang diam menahan emosi karena sedari tadi mereka membahas Ana, ana dan Ana.
"Kalian ngapain sih bahas Anak haram itu."Ucap Sandra dengan raut muka cemberut.
"Tahu lagian dia mau nikah sama siapa bukan urusan kitakan."Ucap Stevi.
"Eh kalian mending pergi deh, Kehadian kalian bikin gue mules."Ucap Noah.
"Heh Bulu ketek Onta, Emang lo ganteng apa."Ucap Stevi.
"Masih gantengan juga Andre, Calon suami gue."Ucap Sandra dengan percaya diri.
"Stop Halu."Ucap Vania.
"Lagia Noah juga ganteng lagi."Ucap Vania keceplosan Karena saking jujurnya dia.
"Van, Lo cari penyakit anji."Ucap Noah melihat William yang Sudah ingin membunuh dia.
"Eh..Aduh bukan gitu maksut aku sayang."Ucap Vania melihat William yang sudah memerah mukanya dan tangan mengepal.
"Berani puji cowok lain di depanku hm ??"Ucap Wiliam dengan Nada rendah.
"Aduh..kan kita harus jujur sayang."Ucap Vania.
"No..Kamu tetap harus di hukum sayang Wait for my punishment dear." Ucap William dengan nada Rendah.
"Haduuh, Mampus bakal capek banget ini pasti." Batin Vania menangis karena hukuman William pasti tidak jauh jauh dari kata Tidur bareng namun bukan hanya sekedar tidur mungkn akan sedikit bermain tapi gak sampai prot prot paling Cuma Cipokan.
"Heh, Belum sah."Ucap Thalita.
"Buat apa."Ucap Wiliam Dengan alis di angkat ke atas.
"Heh will, Kok sekarang lo mesum banget anjirr gue jadi takut."Ucap Calvin.
"Eh...Lo tahu gak menurut survei Kalo cowok pendiam itu justru lebih sangean tahu, Dan Agak brutal."Ucap Malvin dengan serius karena ia beru membaca di Majalah Survei.
