6. Princess

34 1 1
                                        

"Beberapa perasaan mungkin baiknya dibiarkan. Karena jika dimanjakan, tidak menutup kemungkinan akan berujung keterlaluan"

-etnan-

"Nggak bilang makasih?"

"Buat?"

"Ya, tadi"

Gatha tersenyum paksa, "Makasih karena udah narik gue untuk ngerusakin barang-barang!"

Etnan tertawa kecil, "Jangan bosen, ya?"

"Bosen kenapa?"

"Bosen ngerusakin barang bareng gue"

Gatha pun menggelengkan kepalanya, "Udah sana balik"

Etnan mengikuti perintah gadis itu, ia memutar tubuhnya sehingga membelakangi Gatha.

Gatha menghela napas dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa sepatah katapun. Sedangkan Etnan memutar tubuhnya kembali ke arah rumah Gatha.

Dan ia tersenyum tipis. Tipis sekali.

***

Hari ini adalah hari kamis. Hari dimana tugas dari Bu Yuna dikumpulkan. Seluruh murid yang berada didalam kelas sibuk dengan pasangan kelompoknya masing-masing. Ada yang hanya duduk manis dengan kertas polio yang sudah berada didepan mereka, ada yang setengah panik karena belum selesai, ada yang tidak peduli, ada yang mengobrol, dan ada juga yang memperhatikan seorang gadis yang sedang membaca tugasnya berulang kali.

"Iri gue"

"Iri kenapa?"

Etnan menunjuk menggunakan dagunya pada selembar kertas polio yang berada ditangan kanan Gatha. "Anteng banget ngeliatin tuh kertas"

"Aduh aneh banget, lo! Cemburu sama kertas" Balas Sangga--teman sebangku Etnan sekaligus sahabatnya. Kapan mereka bersahabat? Saat Etnan pertama kali masuk sekolah dan duduk disamping Sangga. Memang aneh. Tidak salah mereka menjadi teman sebangku.

"Lo lebih aneh"

"Lho, aneh kenapa?"

"Nggak suka cewek"

Sangga langsung menoyor kepala Etnan, "Kurang ajar!"

Seluruh murid yang berada di dalam kelas sontak terdiam dan membenarkan posisi duduk mereka secara cepat ketika melihat Bu Yuna yang akan masuk ke dalam kelas.

Jordy selaku ketua kelas langsung memimpin salam dan berdoa sebelum memulai pelajaran.

"Tugasnya nggak lupa kan? Kumpulkan sekarang"

Gatha langsung beranjak dari duduknya dengan kertas polio ditangannya dan menaruhnya di atas meja Bu Yuna.

Etnan yang melihat itu langsung menghela napas lega, "Alhamdulillah, kertasnya udah di kumpulin"

"Tumben lo mentingin tugas" Balas Sangga.

Etnan mengarahkan wajahnya pada Sangga, "Alhamdulillah tuh kertas udah nggak diliatin Gatha lagi"

Sangga mengeluarkan raut wajah takut, "Lo masih waras, kan?"

Etnan langsung menoyor kepala Sangga, "Satu sama"

"Gue nggak tau mesti seneng apa sedih sahabatan sama lo, Nan. Gue jadi manusia prik semenjak kenal lo"

"Sesama prik gausah malu. Gausah pura-pura lagian, lo pasti bersyukur banget ketemu gue"

Sangga tersenyum dengan penuh tekanan, "Iya, gue seneng banget sampe istighfar mulu"

Dibalik Sangga dan Etnan yang tengah adu mulut, Gatha dan Rine pun melakukan hal yang sama.

etnanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang