Hari baru semangat baru. Salah, bagi Roseline kalau belum ketemu Veenan sama saja belum dapat semangat.
"Lin!"
Rose menoleh saat Jeanne memanggilnya dari jarak lima meter. Rose yang memang sedang malas gerak alias mager, membiarkan Jeanne menghampirinya.
"Dipanggil juga." Kesal Jeanne yang awalnya berharap Rose yang menghampirinya.
"Napa sih? Mager gua." Jawab Rose malas.
"Dih? Nggak mood lu? Kenapa deh?" Tanya Jeanne bingung.
"Ke gep gua, Je."
"Ke gep? Emang lu ituan sama siapa?"
Plak!
"Ituan apa, anying?! Bukan gitu, maksud gua tuㅡ ah udahlah nggak penting."
Jeanne yang merasa kesal dengan tamparan Rose pada lengannya, lantas memberi balasan,
Plak!
"Ngomong yang jelas, Mawarrr." Geram Jeanne.
Rose menghela napas panjang, dia sandarkan punggungnya pada tembok, kemudian melirik Jeanne sekilas sebelum alihkan pandang, "Tau tweet gua semalam, 'kan? Veenan komen di situ, gua pikir aman karena doi nggak tau akun twitter gua, eh nggak taunya komen di situ."
Jeanne merotasikan bola matanya malas, "Lagian fungsi akun privat lu apa? Emang sengaja ngode lu mah, Lin. Tau sendiri akun lambe turah kampus sering forward tweet anak sini."
"Namanya juga manusia, lupa gua." Sanggah Roseline.
"Ya udahlah gapapa, biar doi peka." Kata Jeanne santai.
Rose melirik sinis ke arah Jeanne, "Ck, nggak semua hal bisa digampangin!"
"Iya, tapi nggak semua hal perlu dibikin ribet." Balas Jeanne.
"Iya dah, serah. Ayo ngantin, gua belum sarapan." Rose menyeret Jeanne paksa tanpa peduli temannya yang mengumpat di belakangnya.
"Sabar, monyet! Lagian kenapa nggak sarapan sih? Biasanya juga sarapan dulu di rumah." Protes Jeanne.
Rose mendengus kesal, kemudian beralih merangkul Jeanne, "Udah diem, cantiknya Jayandra nggak boleh marah-marah."
Seakan sihir bagai Jeanne, wajah masam itu langsung digantikan senyum lebar dengan sikap sok manis, "Hehehe lupa." Katanya sambil merapikan anak rambutnya.
Ingin rasanya Rose muntah sekarang, tahap kebucinan Jeanne itu seringkali buat Rose merasa geli. Jeanne yang dimatanya adalah gadis kasar yang blak-blakan, bisa menjadi lucu dan menggemaskan jika berhadapan dengan Jayandra. Cinta memang luar biasa.
"Lin, kita ke kantin FISIP?" Tanya Jeanne setelah menyadari sesuatu.
"Iya, emang kenapa? Sekali-kali kita ke kantin FISIP, bosen gua makan di FKG mulu." Jawab Roseline.
"Ya udah deh." Jeanne memilih pasrah, toh memang benar selama ini Rose lah yang sering datang ke fakultasnya, sedangkan Jeanne sendiri hanya hitungan jari datang ke FISIP.
"Lu apa, Je?" Tanya Rose begitu keduanya tiba di kantin.
"Siomay dong, Lin."
Rose mengacungkan jempolnya dan meninggalkan Jeanne untuk membuat pesanan. Menunggu beberapa antrian, Rose memutuskan mengecek ponselnya sebentar.
"Ngomong-ngomong gua bukan anak pertama, gua anak tunggal." Bisik Veenan yang buat Rose terkejut.
Rose menatap Veenan dengan kaget, "A-apa? Kan sudah saya bilang, itu bukan kamu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARES
FanfictionTidak, tidak ada hal yang benar-benar kamu miliki di dunia ini. Semuanya akan pergi saat tiba masanya, lantas mengapa kamu terlena dalam euforia yang memabukkan seperti cinta? Warning ⚠️ : This book contains a lot of harshwords, if you're a harshwo...
