Hawa pagi ini cukup terasa dingin.
Di balik selimut mocca itu zee menenggelamkan wajahnya.
Ia terusik kala suara alarm tiba-tiba berbunyi.
Dengan nyawa yang masih belum terkumpul, ia menyipitkan mata sembari meraba ponselnya yang terus bergetar di atas nakas.
Tak butuh waktu lama, ia pun bangun, meninggalkan kasur yang masih berantakan kemudian menuju gorden.
Setelah menggeser seluruh kain coklat itu, zee merentangkan tangannya.
Pagi ini ia memang sengaja bangun cepat dan berniat untuk berangkat lebih pagi ke sekolah.
Sebelum meninggalkan jendela kaca itu, zee mengembangkan senyumnya ke arah langit.
...
Sesampainya di meja makan, zee mulai mengolesi rotinya dengan selai kacang.Pak Frans, duduk dikursi, melakukan hal yang sama.
"Papa minta vino untuk jemput sekarang ya" Ujar pak Frans seraya sibuk dengan aktivitasnya itu.
"Gausah.
Gak perlu repotin orang lain" Jawab zee segera."Vino senang kok melakukan hal itu" Ucap pak frans.
"Dia punya kehidupannya sendiri. Begitupun zee.
Papa gak perlu repot-repot urusin hubungan kami" Ucap zee, yang kini mulai tak nafsu melahap makanannya.Pak frans hanya menghela nafas.
"Bagaimana hubunganmu sama vino sekarang?" Ujarnya.
"Ya biasa aja. Emang dari awal juga kita gak ada ikatan apa-apa juga kan" Jawab zee enteng.
Beberapa saat hening.
"Kenapa semalam nomormu ga aktif?" Sang papa kembali bertanya.
Pasti vino cerita tentang ini.
"Hp aku mati" Jawab zee singkat.
"baru mati setelah vino telpon?" Ucap pak Frans.
Zee memejamkan matanya sejenak, mengirup oksigen sebanyak mungkin kedalam paru parunya.
"Pah, bisa gak sih ga usah bahas dia mulu?!" Ujar zee meletakkan rotinya diatas piring.
Pak frans menjatuhi tatapannya pada roti tersebut, kemudian beralih menatap sang anak kembali.
"Kamu harus coba buka hati sama dia.
Papa hanya ingin yang terbaik buat kamu." Balas pak Frans."Yang terbaik buat papa, belum tentu jadi yang terbaik buat zee"
"Sebentar lagi kamu mulai dewasa, gak selamanya papa bisa terus ada disamping kamu. Papa cuma mau ada orang yang akan selalu jaga kamu.
Papa juga lakuin ini karena papa begitu sayang sama kamu, nak" Ucap pak Frans panjang lebar.Zee berusaha mungkin membendung air mata yang bisa saja sewaktu-waktu jatuh.
Ia jelas mengerti sekali apa yang dimaksud papanya tersebut.
Ia tahu, apapun yang dilakukannya adalah memang bentuk dari kasih sayangnya sebagai seorang single parent selama ini.
Tapi, ini salah.
Zee tak mau seperti ini.
"Aku harus berangkat sekarang" Ucap zee lalu berdiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
Butterfly at Night 🔞
RomanceAshel terpaksa bekerja di dunia malam dan menghabiskan masa mudanya dengan menutupi aib dirinya dari orang-orang. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan Adel dan Zee, dua orang gadis yang sangat menggilai bidang olahraga terutama berkuda. Dipertem...