PART 36

1.7K 148 26
                                    


Siang hari di kota metropolitan yang sangat sibuk. semua orang tengah menjalankan aktivitasnya masing-masing.

Termasuk om frans yang saat ini tengah berada di meja kerjanya. kegiatannya terhenti saat asistennya masuk membawa beberapa dokumen ditangannya.

Setelah bercakap-cakap, si asisten pun kembali keluar ruangan.

Om frans melihat-lihat berkas itu, menandatangi beberapa yang diperlukan.

Matanya terbelalak kala melihat secarik kertas yang dibungkus amplop coklat terselip di antara yang lain. isi cetakan itu adalah mentahan berita sebuah kasus tentang dirinya yang memiliki usaha gelap dalam perdagangan obat-obatan terlarang.

berita ini hanya tinggal di publish, dan semua yang berhubungan denganmu akan hancur. menurutmu bagaimana? apakah ada kata-kata yang perlu diperbaiki?

kurang lebih itu lah notes yang disampaikan pada halaman dibaliknya.

om frans meremas kertas tersebut, urat-urat di wajahnya menegang. sepertinya ia tahu siapa dalang dibalik ini semua.

ada seseorang yang mengetahui bisnisnya ini dan orang ini tidak masuk dalam company miliknya alias hanya orang luar. kemungkinan besar dialah orangnya.








Sementara itu ditempat lain..
Zee kembali menemui marsha. Kedua orang tua marsha sudah siuman, namun masih berada diruang inap.

Zee mengajak marsha untuk mencari udara segar di lingkungan rumah sakit. Dan sekarang keduanya telah berada di bangku taman.

Marsha sedari tadi hanya menyandarkan kepalanya pada bahu zee. Sedangkan zee berusaha menyusun kalimat yang sangat ingin ia tanyakan.

zee berdehen sebelum memulai obrolan. "sayang, kamu kenal keluarga adel?"

marsha duduk tegak lalu menatap pada zee.

"iya, aku sama adel sepupuan, kak zee"

"aku juga baru tau kalau ternyata kak zee lebih dulu mengenal adel sebelumnya. iya kan?"

zee sedikit terkesiap. "kamu tau sesuatu tentang aku dan adel?"tanyanya.

marsha hanya menggeleng. "hubungan kak zee dan adel kurang baik ya? aku boleh tau kenapa?"

apakah papa bohong tentang marsha?
kalau memang dulu marsha terlibat, tidak mungkin marsha menanyakan tentang ini, bukan?

"ngga ada, ngga ada yang perlu aku ceritain"

marsha menatap zee dengan nanar.
"yah aku ngerti. aku harap kalian bisa segera baikan ya kalau memang benar sedang ada yang tidak baik"

jujur itu sulit buatku, sha.
aku benar-benar kecewa sama dia.
dan bahkan aku ngga tau sekarang kamu bicara jujur sama aku atau ngga sha.
aku bingung harus lebih percaya dengan omongan siapa.

marsha menggenggam jemari zee, rasanya lebih dingin dari biasanya. mungkin karena cuaca disini penyebabnya, atau karena suhu tubuh zee sendiri? entahlah.








...

Langit nampak sangat hitam, tidak ada bintang di atas sana, mungkin karena tadi sore baru saja turun hujan.

Adel sekarang berada di rumah ashel, sejak terakhir ia berkomunikasi dengan ashel, ashel belum menjawab pesan maupun panggilan telepon darinya.

Padahal ini sudah larut malam.

Jessi juga sama, kata jessi tadi ashel berpamitan untuk pergi membeli kebutuhan dapur. Dan seperti biasa, jessi tidak di izinkan untuk ikut, jessi diminta untuk berjaga dirumah karena tidak ada siapa-siapa.

Butterfly at Night 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang