Malam hari ditengah kota seperti biasanya jalanan masih sangat ramai.
Arus kendaraan hilir mudik tak henti-hentinya.
Ashel tadi berganti baju terlebih dulu di toilet umum.
Untung saja driver mobil online ini sabar menunggunya.
Sekarang ia kembali memulai perjalanannya menuju lokasi yang diberikan Kak sisca.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya ia pun sampai.
Setibanya ditempat tersebut, ia disambut oleh dua orang pria berbadan kekar dengan kemeja formalnya itu.
Ashel diantarkannya menuju ke sebuah area dilantai paling atas.
Ditempat itu sudah tersedia sebuah meja makan yang dihiasi bunga dan beberapa lilin.
Ashel kemudian ditinggalkan pergi dua bodyguard itu, setelah kini klien yang dimaksud kak sisca telah menghampiri.
Ashel lalu duduk bersebrangan dengan pria paruh baya ini, meskipun begitu nampaknya tubuhnya masih sangat kekar dan berisi.
"Cantik sekali" Ucap pria tersebut.
Ashel hanya memperlihatkan senyumannya.
"Fransisco Wijaya" Pria itu menaruh tangannya diatas meja.
Hayo!
Dari namanya, sudah pasti dapat ditebak siapakah orang ini.
Yap!
Om frans.
"Ashel" Ashel menjabat uluran tangan tersebut, diluar dugaan, pria itu mencium punggung tangannya.
Ashel sedikit tersentak, namun tetap berusaha profesional.
Ia lalu kembali tersenyum.
Seorang pelayan datang menuangkan wine pada gelas kosong yang sudah tersedia dimeja.
"Maaf om, saya gak minum" Ucap ashel lembut.
Om frans lalu menyuruh si pelayan untuk tidak menuangkan minuman tersebut digelas ashel.
"Coffee? Or juice?" Tanyanya pada ashel.
Ashel hanya mengangguk.
si pelayan pun segera pergi dari sana setelah diberi tatapan oleh sang bos.
"Jadi..
Mungkin kita bisa mengobrol lebih jauh lagi.who are u?" Ucap om frans.
Ashel melemparkan senyumannya.
"Its not about me (?)"Om frans pun tersenyum, memahami perkataan gadis tersebut.
Ia mengangkat sebelah alisnya.
Mereka pun mulai berbincang,
Om frans bercerita mengenai apa yang terjadi dengannya, ya namun tetap tidak menjuruskan hal tersebut secara detail.
Ashel juga menanggapinya sesekali.
Sampai beberapa menit berlalu..
"Can u come with me?" Tanya om frans sembari menengadahkan telapak tangannya.
Kini perasaan ashel campuraduk.
Kliennya malam ini bukan orang sembarangan, ia harus lebih hati-hati dan sebisa mungkin membuatnya merasa nyaman.
Ia akhirnya mengikuti om frans menuju sebuah ruangan.
"Kok pintunya ditutup?" Tanya ashel ketika melihat om frans berjalan menuju pintu kemudian menutupnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Butterfly at Night 🔞
RomanceAshel terpaksa bekerja di dunia malam dan menghabiskan masa mudanya dengan menutupi aib dirinya dari orang-orang. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan Adel dan Zee, dua orang gadis yang sangat menggilai bidang olahraga terutama berkuda. Dipertem...