...
Lamunan ashel terbuyarkan.Ia termegap dan segera memalingkan wajahnya.
Begitupun adel yang sekarang nampak gelagapan.
"S-sorry.
Itu ada semut di rambut lo" Ucap adel terbata-bata yang tentu saja berbohong."Ha?
thanks" Ucap ashel pelan.Ashel kembali menoleh lagi pada adel.
Mereka saling bertatapan.
Nampak jelas kalau adel sedikit salah tingkah, namun tubuhnya rasanya membeku, ia tak mampu melepaskan pandangannya dari gadis dihadapannya ini.
Ashel begitu lekat menatapnya.
Hening.
Mata ashel mulai berkaca-kaca.
Jujur saja, adel semakin bingung dibuatnya.
Apa yang harus ia lakukan?
Sampai akhirnya, air mata ashel terjun bebas membasahi kedua pipinya.
"K-k-kenapa lo nangis?" Tanya adel sembari mengernyitkan alisnya.
Ashel masih membisu.
Ia hanya mengulum bibirnya, tapi tetap bertahan menatap wajah adel yang kebingungan."Shel?
ada apa?" Adel kembali bertanya dengan pelan.Ashel tak berkata apapun.
Ia lantas menubrukkan badannya dan memeluk adel.Adel?
Syok?
Tentu saja.
Namun ia tak menolak pelukan tersebut.
Malah, Adel balik mendekap ashel, memberikan kehangatan untuknya.Sembari mengelus punggung ashel yang naik turun, adel mengusap-usapkan dagunya pada pundak ashel.
Ashel masih tak berbicara.
Yang terdengar hanyalah isakan dan rintihannya yang setengah berbisik.
Semakin erat ia memeluk adel, bahkan sampai meremas baju yang adel kenakan.
Ashel sesegukan menumpahkan segala rasa yang mengganjal sejak kemarin malam.
Tak bisa dipungkiri lagi, sebelah bahu adel kini sudah basah akibat air mata yang ashel keluarkan.
Adel juga tak memaksanya untuk bercerita.
Mereka berdua larut dalam dekapan satu sama lain di malam yang cukup dingin ini.
Beberapa menit telah berlalu.
Perlahan ashel melepaskan pelukannya.
"Sorry" Ucapnya pelan.
Adel tak berkata apapun, ia hanya memandangi wajah ashel dengan serius.
Parasnya yang cantik sama sekali tak pudar meskipun pelupuk matanya kini memerah.
Adel mengusap sisa-sisa air mata pada gadis didepannya.
Lagi lagi tak sengaja pandangan mereka kembali bertemu.
Jemari adel masih bertahan di permukaan mulus pipi Ashel yang lembab.
Dengan tatapan sendu, Ashel menangkup punggung tangan itu.
Dan mulai menurunkannya perlahan.Adel masih tidak merespon apapun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Butterfly at Night 🔞
RomanceAshel terpaksa bekerja di dunia malam dan menghabiskan masa mudanya dengan menutupi aib dirinya dari orang-orang. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan Adel dan Zee, dua orang gadis yang sangat menggilai bidang olahraga terutama berkuda. Dipertem...