12 || Panggilan

436 52 0
                                        

❃❃❃

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❃❃❃

MUSIK menggema ke seluruh penjuru aula, mengiringi para penari yang bergerak gemulai, Hiburan pun disuguhkan bagi para tamu, menyenangkan hati yang gembira. Anggur mengalir deras dari cawan-cawan mereka, menenggelamkan hadirin dalam pusaran kesenangan yang sulit ditolak.

Leora duduk di atas klinai, dengan kaki terulur santai. Dari balik tirai tipis, ia menikmati perjamuan bersama para gadis. Senyum kecil tersungging di wajahnya saat matanya tertuju pada Aetius yang sedang tampil di panggung. Bahkan dari kejauhan, permainannya yang cekatan telah mencuri perhatiannya—apalagi jika ia berdiri lebih dekat.

"Oh? Sepertinya aku pernah melihatnya," gumam Akalle.

"Siapa?" Leora menanggapi tanpa terlalu peduli.

"Orang yang bermain kithara itu. Bukankah dia yang sempat mereka bicarakan waktu itu?" Akalle melirik ke arah para gadis yang mulai berbisik.

"Dia cukup tampan," ujar salah satu dari mereka.

"Benar sekali. Mungkin dia bisa menyaingi Adonis atau Achilles?" timpal yang lain.

"Aku rasa manusia biasa tidak akan serupawan itu, kecuali Dewi Aphrodite sendiri yang memberkatinya dengan keindahan."

Leora memutar bola matanya lalu mendesah pelan. Ia sudah menduga bisikan-bisikan seperti itu akan terdengar kembali. Namun, yang membuatnya lebih jengkel adalah bagaimana semua mata kini tertuju ke arah yang sama, kepada Aetius.

""Jadi dia seorang pemusik?" tanya Akalle lagi.

"Dia seorang pemburu. Namanya Aetius," koreksi Leora.

Akalle membelalakkan mata. "Kau mengenalnya?"

Leora mengunyah manisannya, ekspresinya masam. "Dia tamuku."

Akalle berdeham cukup keras, menarik perhatian para gadis di sekitarnya. "Wah, dia tamumu, Putri? Sepertinya aku harus mencari yang lain."

"Oh! Pria di sudut sana juga menarik," tunjuk Akalle, membuat para gadis itu mengalihkan pandangan ke Jonas.

"Bukankah dia Pangeran Athena?" bisik salah satu dari mereka yang sudah mengganti target.

"Dia tampan juga," komentar yang lain, disusul tawa kecil yang menggoda.

"Semoga dia belum punya kekasih."

Leora hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil menyesap anggurnya. Sementara itu, Akalle tertawa hingga terdengar suara mengi dari paru-parunya. Ia lalu beralih menatap Leora yang mengangkat sebelah alis penuh selidik.

"Kenapa?" tanyanya sambil mendekat. "Kau diam-diam bertemu dengan pemburu itu, kan?"

"Kenapa?" tanyanya seraya mendekatkan dirinya kepada Leora. "Kau diam-diam bertemu dengan pemburu itu, kan?"

THE HEART OF PHOEBUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang