[Rated M | Romance Fantasi Mitologi]
Thebes adalah tanah kelahirannya. Tidak ada hal lain yang Leora inginkan sebagai Putri Thebes, selain mengabdikan dirinya kepada dewa dan menjaga kesuciannya hingga pernikahan. Sayangnya, manusia tidak bisa meneb...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❃❃❃
FESTIVAL Daphnephoria yang baru saja dimulai langsung menyedot perhatian banyak orang. Untaian daun salam menghiasi jalan-jalan yang mereka lewati, dan sapi-sapi yang akan dikorbankan sudah mulai dibawa ke Bukit Ismenion. Barisan panjang persembahan dibawa menuju kuil Apollo Ismenus, disertai oleh ribuan pengikut sang dewa.
Diceritakan dahulu, Jendral Polematas dari Thebes, telah mendapatkan penglihatan dari Apollo sebelum ia berangkat berperang. Dalam penglihatannya, seorang pemuda memberinya baju zirah dan memerintahkan untuk berdoa kepada Apollo sambil membawa pohon salam di setiap tahun kesembilan. Berbekal ramalan tersebut, Polematas pun memulai serangan yang berhasil mengalahkan musuhnya dan meraih kejayaan Thebes sebagaimana yang telah diramalkan. Sebagai tanda syukur, dia melaksanakan perintah Apollo dengan mempelopori diselenggarakannya Festival Daphnephoria setiap sembilan tahun sekali di Thebes.
Evander, yang terpilih menjadi Daphnephoros pun memulai perjalanannya menuju tempat suci. Dia mengenakan jubah mewah dan mahkota dari rangkaian daun salam. Sandal kulitnya yang halus, membuat setiap langkahnya terasa ringan saat menapaki jalan suci menuju Kuil Apollo Ismenus.
Sesuai dengan tradisi mereka, Arsen yang menjadi saudara Daphnephoros akan berjalan di depannya. Dia membawa tongkat suci yang dihiasi bola perunggu besar di ujungnya, sebagai simbol matahari. Di tengah tongkat, terdapat bola sedang sebagai simbol bulan, sementara beberapa bola kecil menggantung di sekelilingnya, melambangkan bintang-bintang yang mengorbit.
Prosesi diikuti oleh himne suci yang dipanjatkan oleh para gadis di belakangnya, termasuk Leora yang menjadi salah satu anggotanya. Suara merdu mereka mengiringi keberangkatan Daphnephoros. Melangkah perlahan ke kuil sambil membawa bejana persembahan.
Setelah melewati jalanan yang menanjak, akhirnya gemerik air mulai terdengar. Wangi khas myrrh dan frankincense yang berkayu mulai menguarkan kuat di sekitar mereka. Lalu tampaklah kuil megah yang berdiri di tepian sungai dengan dekorasi laurel yang indah.
Mereka kemudian memasuki kuil, melanjutkan prosesi dengan pengorbanan dan persembahan. Ketika api altar dinyalakan, bakaran persembahan pun dihaturkan kepada Phoebus Apollo. Senandung puja-pujian kembali dipanjatkan kepada sang dewa agar Thebes selalu mendapatkan keberkahan cahayanya.
Kemudian saat pendeta sudah mengakhiri prosesi pemujaan, bibir Leora pun melengkung sempurna. Dia bergegas keluar dari kuil, berusaha menerobos kerumunan. Namun, rencananya yang sudah disusun rapi segera terganggu oleh suara panggilan dari kakaknya.
"Leora!" panggil Calista.
Gadis itu sontak berhenti lalu membalikkan badan. "Ya?"
"Kau mau ke mana?"
"Aku hanya ingin berkeliling dengan Helota," jawab Leora sambil menoleh kepada dayangnya.