Saat Apo tertidur, Gulf membuka matanya. Mengusap wajah sahabatnya itu dan meneteskan air mata.
Entah kenapa disini Gulf seperti sengaja agar Apo merasakan tubuhnya? Tapi kenapa?
Ya, bukan tanpa alasan. Gulf tahu jika Apo sahabatnya itu sekarang menyukainya. Bahkan Gulf tahu semua ini rencana sahabatnya itu untuk membuat dirinya membenci Mew
Tapi kenapa Gulf hanya diam seolah-olah tidak tahu apa-apa?
Awalnya Gulf ragu tapi Gulf kembali berpikir, Karena Apo adalah sahabatnya dia tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga lagi.
Gulf akan melakukan apapun agar tidak kehilangan sahabatnya ini, walaupun Gulf harus menjatuhkan harga dirinya sendiri. Gulf berusaha merelakan semua ini.
Karena pada dasarnya, Gulf tidak mengenal siapa Mew jadi dirinya tidak boleh jatuh cinta kepadanya. Dia harus mengingat tujuan utama mendekati Mew untuk membalaskan dendam dan mencari keberadaan adiknya.
"Aku senang kau merasa bahagia... " Gulf mengecup dahi Apo dan berkemas pergi menuju suatu tempat saat sahabatnya itu tertidur
Gulf pergi menggunakan taxi dan menghubungi seseorang untuk bertemu di suatu tempat.
"Gulf... " Teryata pria yang Gulf hubungi adalah Mew
Mew memeluk Gulf yang tidak mendapatkan balasan "Bisa kah kau memberitahu ku di mana Kevin? "
"Hanya sekali saja biarkan aku melihat dirinya, tidak perlu ada pembicaraan antara aku dan dia... Hanya melihatnya saja" Ucap Gulf yang tersenyum kearah Mew penuh dengan harapan
Mew menatap kearah Gulf dan mengabulkan permintaannya, Mew membawa Gulf ke mansion dimana Kevin berada
Saat melihat keadaan Kevin baik-baik saja, Gulf tersenyum karena adiknya itu tidak menderita seperti yang ia khawatirkan selama ini. Bahkan Gulf masih tidak mengetahui jika Kevin tidak mengetahui tentang orang tua mereka yang telah tiada.
"Apa kau puas? Dia baik-baik saja"
"Kenapa kau memilih adik ku? "
"Karena dia membutuhkan uang untuk keluarga mu! "
Gulf diam, dia menyadari sesuatu jika ternyata Kevin akan dijadikan alat pembunuh oleh mereka.
Gulf mengepalkan tangannya dan meraih kerah baju Mew "Jangan lakukan apapun kepada adik ku jika masih ingin melihat dunia ini yang berisi manusia sampah...! "
"Aku tidak akan melakukan apapun"Mew menepis tangan Gulf dan mencengkram nya
"Kau harus menjaga sahabatnya mu itu, karena aku akan membunuh nya! " Ucap Mew lagi yang membawa Gulf keluar dari mansion mewah miliknya
"Ah sial sakit... ! "
"Kau boleh pergi" Mew mengusir Gulf, tanpa ada jawaban Gulf pergi meninggalkan Mew
Setidaknya Gulf bisa melihat adiknya sebelum sesuatu yang buruk terjadi kepada dirinya
"Padahal kami keluarga, tapi kenapa kami seperti tidak mengenal satu sama lain? Terasa begitu asing... " Lirih Gulf yang berjalan pergi
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari Apo terbangun dan merabah tempat tidurnya yang tidak ada keberadaan Gulf, dia menatap sekeliling dan bergegas pergi mencari sahabatnya itu namun terhenti saat ponselnya berbunyi
"Kau dimana? "
"Ada apa? " Tanya Apo yang menjawab panggilan Build
"Tuan Joong menyuruh kita semua menghadiri rapat sekarang... " Ucap Build yang langsung mengakhiri panggilan nya
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSER HOME (End)
Random⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️ BxB Area! Cerita ini tentang seorang pemuda berumur 22 tahun yang menanggung semua harapan orang tuanya... Menanggung beban sejak ia terahir ke dunia, ekspentasi keluarga yang besar membuat ia menjadi anak yang tertekan d...
