Sementara itu disisi Apo, ia bergegas pergi menuju kampus mengemudikan Mobil Sportnya dengan terburu-buru.
Di perjalanan Apo mendapatkan panggilan dari Rose sahabatnya itu namun tak dia jawab.
"Sial semoga aku tidak terlambat... "
Sesampainya di kampus Apo memarkirkan mobilnya dan berlari menuju kelas yang ternyata dosen mereka belum datang
"Kau beruntung Apo! " Ucap Rose
"Hahaha dunia berpihak kepada ku Rose... " Apo tertawa karena ia tidak telat mengikuti pelajaran
Apo melihat ke arah Davika yang terlihat murung "Kenapa kau? "
"Dia sedang bingung... " Ucap Rose yang menjawab pertanyaan Apo
"Memangnya ada apa? "Tanya Apo sambil membuka buku pelajarannya
" Dia akan di jodohkan dengan kakak ku"Ucap Rose yang menghela nafas
"Owh... Bagus dong " Ucap Apo yang tidak di jawab oleh teman-temannya
"Kenapa? Kau tidak menyukai jika Davika akan menjadi kakak ipar mu? " Canda Apo yang langsung di pukul oleh Davika
"Diamlah! Kau menggangu... "
"Owhh aku menggangu? " Pertanyaan Apo di angguki oleh Rose
Mereka pun berhenti berbincang karena kedatangan Mew dan teman-temannya yang langsung duduk di tempat masing-masing, tak lama kemudian dosen pun datang dan memulai pelajaran pertama.
Setelah jam pelajaran berakhir Davika menghampiri Mew di kursinya untuk membicarakan sesuatu.
"Kenapa? " Mew menatap Davika
"Apa kau tau tentang perjodohan kita? " Tanya Davika tanpa basa basi
Mew menaiki alisnya dan berkata "Aku tidak tau, jika itu benar apa ada masalah? "
"Iya benar Davika, kau kan pernah menjadi kekasih Mew... Seharusnya kau bahagia sekarang karena akan di jodohkan dengan mantan kekasih mu ini " Ucap Juyeon tertawa
Davika tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan mereka juga teman-temannya yang langsung di ikuti oleh Rose, namun tidak dengan Apo
Apo menatap Mew tajam "Ada apa? " Tanya Vegas
"Kenapa? " Tanya Apo berbalik
"Kenapa kau melihat kami seperti itu...? "
"Aku punya mata! " Jawab Apo lalu pergi menyusul teman-temannya
"Akan ku congkel mata mu suatu saat nanti! " Teriak Vegas yang di hentikan oleh Mew
Mereka pun pergi menuju kantin untuk mengisi kekosongan perut masing-masing, sementara itu Gulf sedang berada di rumah sendirian.
Menatap foto kedua orang tuanya yang telah tiada, dan sampai sekarang Gulf masih tidak menemukan keberadaan Kevin adiknya itu
"Ibu... Hiks apa yang harus Gulf lakukan sekarang? "
"Hiks... Haruskah kalian meninggalkan Gulf sendirian? "
"Tidak... Hiks... Tidak bisakah Gulf merasakan kebahagiaan bersama kalian? " Gulf menangis di hadapan foto orang tuanya
Gulf sedih, karena telah kehilangan orang yang dia sayang dan selalu dia lindungi.
Walaupun ayahnya sangat membenci Gulf, tapi sebagai seorang anak Gulf juga menyayangi ayahnya itu.
Setelah meluapkan semuanya dengan menangis, Gulf berjalan ke kamar dengan tatapan kosong.
Tak lama dari itu ponsel Gulf berbunyi yang ternyata Apo menghubungi dirinya
"Hey! Aku akan menginap di rumah mu... "
"Ingin ku bawakan sesuatu? "
"Hmmm... Aku ingin minuman beralkohol dan sedikit makanan ringan" Jawab Gulf
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSER HOME (End)
De Todo⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️ BxB Area! Cerita ini tentang seorang pemuda berumur 22 tahun yang menanggung semua harapan orang tuanya... Menanggung beban sejak ia terahir ke dunia, ekspentasi keluarga yang besar membuat ia menjadi anak yang tertekan d...
