"Semoga yang aku pikiran tidak terjadi... "
Setelah semuanya selesai dia bergegas pulang untuk menemui sahabatnya itu, Gulf mengendarai motornya memecahkan keheningan malam
Sesampainya di rumah Apo, dia menelpon sahabatnya untuk memberitahu jika dia telah berada di depan rumah
"Ada apa...? "
"Aku di depan rumah mu! Cepat turun" Gulf pun mengakhiri panggilannya
Apo keluar dari rumah dan menghampiri sahabatnya "Ada apa malam-malam begini? "
Gulf memberikan berkas yang ia bawa,Apo pun melihatnya dan langsung menatap Gulf "Data ku? "
"Ya... Aku menemukannya di bar Vegas, setelah mereka selesai rapat"
"Apa kau ada masalah dengan mereka? " tanya Gulf lagi
"Aku rasa tidak ada, lebih baik kita masuk saja biar enak berbicaranya " merekapun berjalan menuju kamar Apo
"Di mana nenek mu? "
"Dia tidur "
"Aku menginap di sini ya, aku terlalu lelah untuk kembali ke rumah"
"Terserah kau saja "
Merekapun telah berada di kamar Apo "Ganti dulu pakaian mu, baru kita lanjut membicarakan soal tadi "
"Pinjam baju mu" Gulf berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah selesai ia keluar dan duduk di kasur
"Kau yakin tidak ada masalah? you know, they are a mafia " Ucap Gulf yang di anguki Apo
"Yes i know, but di sini tertulis nama Venus... " Ucapan Apo terpotong ia menatap Gulf
"Apa mereka mengira diri ku yang tampan ini sebagai pembunuh bayaran yang bernama Venus?memangnya mereka melihat aku mirip dengannya...?" Apo tertawa yang di ikuti Gulf
"Sudahlah lupakan aku lelah... " Ucap Apo bergegas tidur
Sementara Gulf masih berpikir tentang ucapan Apo barusan, bagaimana bisa mereka menganggap Apo sebagai pembunuh bayaran yang terkenal sadis itu?
Jika benar mereka menganggap Apo sebagai Venus, maka sahabatnya itu dalam bahaya
Gulf melirik ke Apo dan menyusul sahabatnya itu tidur, sedangkan Apo membuka matanya "Sial... "
Sementara di rumah keluarga Hoorne, Ayahnya Davika bertanya sesuatu kepada anaknya itu "Apa Gulf berkerja di bar? Ayah bertemu dengannya dan dia terlibat masalah dengan teman ayah "
"Aku tidak tau ayah, karena hubungan kami telah berakhir... " Davika berjalan ke dapur mengambil segelas air putih
Soal Gulf ia berpikir bukan urusannya lagi, karena Davika benar-benar kecewa dengan mantan kekasihnya itu
"Bagus kamu putus dengannya, ayah akan berbicara dengan Tn.Suppasit agar kau dekat dengan anaknya lagi... " Davika berjalan mengabaikan ucapan ayahnya
"Bukankah Tn.Suppasit sedang berada di Italia sayang? " Tanya Ny.Hoorne kepada suaminya itu
"Iya, sekarang anaknya yang mengurus semua perusahaannya"
"Aku rasa dia akan jadi penerus satu-satunya sayang " Jawab Tn.Hoorne lagi
"Bagaimana dengan adiknya? "
"Dia hanya mendapatkan warisan dari ibunya... "
Setelah pembicaraan itu mereka pun bergegas ke kamar untuk tidur, sedangkan Davika menghapus dan membuang semua kenangannya bersama Gulf dengan air mata yang terus menetes
"Kenapa kau sangat jahat... "
"Hiks... "
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu Gulf...! " Davika pun membuang foto-foto bersama Gulf dan barang pemberiannya ke tempat Sampah
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSER HOME (End)
Rastgele⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️ BxB Area! Cerita ini tentang seorang pemuda berumur 22 tahun yang menanggung semua harapan orang tuanya... Menanggung beban sejak ia terahir ke dunia, ekspentasi keluarga yang besar membuat ia menjadi anak yang tertekan d...
