Gulf masih terus mendengarkan pembicaraan antara Mew dan Nani mengenai rencana tentang pelelangan yang hanya sebuah kedok untuk bisa menyelundupkan Narkoba yang dikirim oleh rekan Mafia tuan Suppasit dari Italia ke pelabuhan Bangkok.
Waktu dan harinya belum di beritahu oleh Mew, jadi Gulf tidak dapat memastikannya.
Setelah sampai di mansion mewah keluarga Suppasit, Mew dan Nani turun menemui Juyeon untuk menanyakan apakah para Bodyguard yang dia latih sudah siap di turunkan untuk menjaga ayahnya?
"Apakah mereka semua sudah siap? " Mew menghampiri Juyeon yang masih melatih mereka menggunakan senjata
"Owhh... Hanya 75% yang bisa menggunakan senjata, dan yang 35% lagi hanya bisa berkelahi"
"Jadi aku masih butuh waktu! " Ucap Juyeon menjelaskan dengan teliti ke Mew
"Tidak masalah selagi waktu kita masih banyak" Jawab Mew
"Bagaimana dengan penghianat nya? Kau telah mengetahui siapa dia? " Tanya Juyeon
Mew diam, dia belum menemukan yang berkhianat di antara mereka...
Yang telah membocorkan semua kegiatan keluarga Suppasit, bahkan memberi tahu musuh tentang bisnis yang mereka jalankan.
"Jika dugaan ku benar,dan aku bisa menangkap dia... Apa aku akan naik jabatan? " Juyeon menggoda Mew agar tidak terlalu serius
"Aku akan memikirkannya! " Juyeon tersenyum menatap ke arah Mew dan Nani
"Bagaimana dengan anak itu? " Tanya Mew menatap ke arah Kevin
"Dia pintar berkelahi, tapi mengenai senjata dia kurang... "
"Latih terus dia sampai mampu untuk melindungi keluarga ku" Mew berjalan pergi bersama Nani untuk menemui ayahnya yang telah menunggu
Dan dari percakapan Mew berserta temannya, Gulf belum mengetahui jika adiknya berada di Mansion keluarga Suppasit.
Karena Mew tidak menyebutkan nama seseorang yang mereka bicarakan.
Sebelum Mew bertemu dengan ayahnya, ia membersihkan diri di kamar mandi dengan perasaan campur aduk.
Ia masih berpikir siapa penghianat yang sebenarnya? Setelah selesai Mew menggunakan baju dan jam tangan yang berbeda
Jadi besar kemungkinan Gulf tidak akan bisa mendengar pembicaraan Mew lagi.
Sementara itu, Gulf telah sampai di rumah Apo dan segera menghubungi sahabatnya itu untuk keluar menemuinya.
Tapi panggilannya tidak di jawab, jadi Gulf membunyikan bel rumah Apo yang segera di bukakan oleh neneknya.
"Nek... "
"Ohh Gulf, masuk-masuk... Po masih tertidur" Ucap Nenek Apo yang mempersilahkan Gulf masuk menuju Kamar Apo
"Terima kasih nek... "
Sesampainya di kamar Apo, Gulf membangunkan pemuda itu dengan cara membuka korden jendelanya agar cahaya masuk menyilaukan wajah Apo.
"Po bangun... "Gulf terus membangunkan sahabatnya itu
"Aduhh aku pusing jangan ganggu! "
"Bangun atau ku lempar kau keluar... " Teriak Gulf mengancam dan pada akhirnya Apo terbangun menatap Gulf kesal dengan memegangi kepalanya yang pusing
"Oh Brengsek...! "
"Siapa yang kau panggil brengsek? " Gulf duduk di kursi dan menatap kearah Apo
"Ada apa? " Tanya Apo yang menghiraukan ucapan Gulf, ya sepertinya dia marah karena istirahatnya telah diganggu oleh sahabatnya yang datang tiba-tiba
"Apa kau tahu jika yang kita incar sekarang ayahnya Rose? " Tanya Gulf membuat Apo bingung
"Apa yang kau maksud Gulf? " Tanya Apo dengan sedikit kesadarannya, karena masih banyak pimpinan mafia lainnya. Tapi kenapa keluarga Suppasit?
KAMU SEDANG MEMBACA
LOSER HOME (End)
Acak⚠️⚠️WARNING⚠️⚠️ BxB Area! Cerita ini tentang seorang pemuda berumur 22 tahun yang menanggung semua harapan orang tuanya... Menanggung beban sejak ia terahir ke dunia, ekspentasi keluarga yang besar membuat ia menjadi anak yang tertekan d...
