"Gimana kalian ada yang luka serius gak?"
"Kita sih ok ok aja, nggak ada yang luka serius, ya gak?"
"Alhamdulillah kita masih baik-baik aja," ucap semuanya.
"Eh terus si Hel tadi gimana ya? Kan di bawa sama si Defan?" Tanya salah satu anggota dari mereka.
"Tadi Hel kesana?"
"Seriusan Lo!"
"Anjir gawat kalo si Hel tau."
"Jangan ngadi-ngadi deh lu orang tadi nggak ada si Hel kok."
"Gue serius, dua rius malahan, tadi gue liat si Hel lagi berantem bareng kita, cuma yang gue bikin aneh tuh dia kaya babak belur terus juga berdarah-darah," ucap dia kembali.
"LO KALO NGOMONG YANG BENER ANJING!"
"Gue serius demi Allah---"
"Lo Kristen goblok!"
"Eh iya gue lupa,"
"Di pecat sama Tuhan Yesus baru tau rasa lo!"
"Tapi iya sih tadi gue juga di bantuin sama si Hel," ujar si oppa. Dia itu sebenarnya asli Bandung cuma entah kenapa wajahnya sangat mirip dengan orang Korea jadi dia sering di sebut oppa korea.
"Gawat nih, terus kalo si Hel tau kita harus kaya gimana?!"
"Kita pikirin nanti, sekarang bawa tuh anak ke rumah sakit," ucap si wakil ketua sambil menatap salah seorang anggotanya yang duduk di kursi sambil memejamkan matanya, wajahnya sudah pucat seperti mayat.
"Eh ini si Kris kenapa?" Ucap orang yang dekat dengan Kris.
"Gak ini gak mungkin, Kris plis lo jangan bercanda anjing, ini gak lucu," ucap orang yang memeriksa denyut nadi Kris dan nafas nya, tapi saat di periksa ternyata temannya ini sudah tidak bernafas sama sekali.
"Kris, woy Kris!"
"Si Kris udah nyusul keluarganya," yah menang Kris salah satu anggota mereka ini yatim piatu, bahkan dia tidak memiliki saudara sama sekali, dia hidup sendirian di rumahnya yang super megah, tapi sekarang dia sudah menyusul keluarganya.
Semua anggota menangis melihat tubuh teman dekat mereka terbujur kaku di atas sofa markas mereka. Sedih dan rasanya sangat berat sekali melihat teman dekat kita pergi untuk selama-lamanya tanpa mengucapkan pamit, bahkan dari pagi pun Kris hanya diam dan melamun, mereka kira Kris hanya sariawan jadi tidak curiga tapi ternyata dugaan mereka salah, teman macam apa mereka tidak melihat kondisi temannya sendiri, di mana solidaritas mereka? Solidaritas yang di bangun dari nol bersama-sama sekarang rasanya sudah mereka abaikan karena kasus Kris sekarang.
_____________
Dretttt
"Hel, hp kamu bunyi terus dari tadi loh nak," ucap nenek sambil menyodorkan hp Hel.
"Badan Hel masih lemes nek, tolong angkatin sama nenek," ucap Hel.
Tanpa mengucapkan apapun, nenek langsung mengangkat telpon itu, dan setelah tersambung belum juga nenek bicara orang di sebrang sana sudah nyeroscos.
"Kalian masuk aja," ucap nenek, setelah itu nenek mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
"Hel, nak bangun dulu yuk," nenek mengelus punggung Hel dengan pelan.
"Hemm."
"Hel."
Hel terpaksa membalikan badannya jadi terlentang, dia menatap nenek dengan mata yang sayu, jangan lupakan luka lembab hampir di setiap wajahnya.
"Temen kamu ke sini," ucap nenek.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABHIPRAYA
Teenfikcekunang-kunang di malam hari, sebagai "Blue Night". Malam yang sendu dan suram. Malam-malam penuh cahaya alam nan natural dan syahdu kini tergantikan cahaya lampu yang gemerlapan dan masif, yang justru disinyalir sebagai salah satu faktor penyebab ke...
