11 | SWEET MOMENT

7.3K 696 36
                                    

Mata Kalandra membulat sejenak, tapi kemudian tersenyum menatap Nora yang juga tersenyum padanya. Ia pun membuka lebar pagar rumahnya. Menyuruh Nora masuk lebih dulu, sementara ia yang menyetir, memasukkan mobil Nora ke dalam pekarangan rumahnya.

Nora menunggu Kalandra di teras. Sekali lagi menyunggingkan senyuman menatap pria itu yang menghampirinya.

"Kok gak bilang mau ke sini?" tanya Kalandra, tapi kemudian menggeleng. "Kok bisa kamu ke sini?" Hal yang tentu membuatnya heran. Karena tentu, ke manapun Nora pergi, sudah pasti Om Iyo akan pergi bersama Nora.

Nora tertawa pelan, ia memeluk lengan Kalandra. "Kak Gumi bantuin aku. Jadinya aku bisa deh pergi ke sini. Mas Kala seneng, gak?"

"Seneng." Kalandra tersenyum. Kemudian mengkerutkan keningnya. "Aku harus ngasih Gumi apa?"

Nora kembali tertawa. Sudah pasti bantuan Megumi tak gratis. Ia menepuk pelan dada Kalandra. "Minta desain gratis. Katanya dia mau renovasi kamar."

Kalandra tersenyum, ia mengajak Nora masuk.

"Mas tadi lagi ngapain?" Mereka tiba di dapur. Nora melihat botol selai yang tak tertutup. Serta empat lembar roti yang ada di atas piring.

"Mau panggang roti."

"Biar aku, ya?" Nora pun meraih roti tersebut dan memasukkannya ke dalam toaster.

Ia tersentak saat merasakan pelukan dari belakang. Menoleh menatap Kalandra yang menumpukan dagu di pundak kirinya. Mata pria itu terpejam. "Kangen banget sama kamu ...," ujar pria itu pelan. Nora tersenyum. Ia memegang punggung tangan Kalandra yang melingkar di perutnya.

"Aku juga," balasnya.

Kalandra memutar tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. Lengan kekar pria itu memerangkap dirinya, tangannya bertumpu di tepi meja pantry.

Keduanya saling bertatapan. Nora tersenyum meski Kalandra tanpa ekspresi. Kedua tangannya mengalun di leher pria itu yang agak membungkuk. Mengusap pelan belakang kepala Kalandra.

"Mau cium kamu, boleh?" tanya Kalandra pelan.

Nora tersenyum kecil, tangan lainnya ia arahkan ke rahang kanan Kalandra. Mengusap rahang yang ditumbuhi bulu tersebut.

"Kenapa gak jawab pertanyaanku?" desak Kalandra membuat Nora tertawa. Nora pun kembali mengalunkan tangannya di leher Kalandra.

"Boleh."

Kalandra pun memajukan wajahnya, mencium bibir Nora. Keduanya berciuman dengan pelan. Kedua tangan Kalandra mulai memegang pinggul Nora saat intensitas ciuman mereka meningkat.

Saat Nora ingin menarik diri, tapi Kalandra mengejar bibir Nora, menggigit pelan bibir bawah Nora. Kini kedua tangannya naik untuk menangkup wajah Nora dan semakin memperdalam ciuman mereka.

Suara denting terdengar membuat mereka tersentak. Nafas keduanya tersengal, Nora tertawa pelan setelah membuka matanya. Ia pun beralih ke arah toaster, guna untuk menutupi wajahnya yang memerah seraya mengusap bibirnya yang basah akibat ciumannya dengan Kalandra.

"Kamu bener-bener lapar ya, Mas?" ujar Nora tanpa menatap Kalandra seraya memasukkan roti lain ke panggangan, kemudian mengoleskan selai srikaya ke atas roti yang telah dipanggang.

"Hm?" Kalandra mengkerutkan kening tak mengerti.

"Abisnya kamu kayak mau makan bibirku." Nora mengulum senyum, menoleh menatap Kalandra yang hanya berdehem. Melihat telinga pria itu memerah. Kemudian ia kembali menghadap ke meja untuk melanjutkan, mengoles selai ke roti.

Kalandra kembali memeluknya dari belakang dan menumpukan dagu di pundak kirinya.

"Berapa lama kamu di sini?"

When He Loves MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang