07 | TWO STEP

7.1K 793 50
                                    

Mata Iyo memicing menatap Kalandra yang berdiri di depan pintu. Pria di hadapannya tersebut tak menunjukkan ekspresi apa-apa.

Yang membuat Iyo heran karena Kalandra datang ke sini, ke rumah Aurora. Padahal, seingatnya, ia tak membuat janji temu dengan Kalandra untuk membicarakan renovasi rumah.

Apa Iyo lupa?

Tentu tidak. Iyo belum pikun.

"Saya gak disuruh masuk, Om?" Suara Kalandra yang terkesan datar itu membuat Iyo kembali memicing tajam. Ia bersidekap menatap pria tersebut. Sepertinya ada yang mencurigakan.

"Ada tujuan apa kamu datang ke sini?"

"Saya mau minta izin untuk anterin Nora ke mall."

Nah! Sudah Iyo duga.

Memasang ekspresi segalak mungkin, tapi pria di hadapannya tetap tanpa ekspresi.

"Kamu sudah janji gak bakal deketin anak saya lagi!"

"Saya gak pernah janji Om," balas Kalandra pelan, tapi menekan setiap katanya. "Om yang maksa saya berjanji, tapi saya gak pernah mengiyakan."

"Dasar!" Iyo bersiap untuk menyembur, tapi Kalandra segera menyela.

"Kalau anak Om mau, gimana? Apa Om gak mau Nora bahagia? Nora bahagia sama saya Om."

"Kok kamu seyakin itu, ya?!" ujar Iyo sinis. Rasanya tengkuknya tegang karena menghadapi Kalandra yang selalu membalas perkataannya.

"Laki-laki sejati harus yakin, Om." Pria itu kini tersenyum tipis, tapi sedetik kemudian kembali tanpa ekspresi membuat Iyo mendengus.

"Mas Kala." Bukan hanya Kalandra yang menatap Nora, melainkan Iyo.

Mata Iyo semakin memicing di balik kacamatanya, melihat putri bungsunya itu yang tampil rapi. Lalu kemudian menatap Kalandra. Baru menyadari jika pakaian Kalandra terlihat kasual.

Jangan lupakan warna pakaian mereka yang sama.

Apa-apaan ini?!

"Nora!" panggil Iyo penuh penekanan. Putrinya itu tersenyum salah tingkah.

Sebenarnya apa yang terjadi?

"Kok kalian?"

"Kami kembali bersama, Pi." Nora yang menjawab.

"Sejak kapan?!" Suara Iyo menggelegar membuat Nora tersentak.

"Sejak dari liburan minggu lalu." Kali ini Kalandra yang menjawab membuat Iyo kembali menatap tajam pria itu.

Sudah ia duga!

Tentu saja ada campur tangan dari dua anaknya yang lain!

Atau dari Orion?

Karena Orion masih saja setuju jika Nora dan Kalandra kembali bersama.

"Ada apa sih ini ribut-ribut?" Teguran Kirana membuat Iyo langsung menumpahkan semuanya. Yang tentunya berisi penolakan tentang kembalinya Nora dan Kalandra bersama.

Respon Kirana berbeda darinya. Wanita itu malah tersenyum sumringah. "Ya gak pa-pa dong Papi." Lalu menatap putrinya yang tampil rapi dengan riasan di wajah. "Kalian mau pergi, ya?" Nora mengangguk pelan dengan wajah bersemu. "Udah sana ..."

"Eh eh enggak boleh!" protes Iyo langsung.

"Papi kenapa sih?" Kirana balik memprotes.

"Laki-laki ini gak pantas untuk kamu, Nora!" Iyo menunjuk Kalandra yang terlihat langsung lemas. "Papi sudah memberikan kepercayaan untuk dia menjaga kamu, tapi dia mengecewakan Papi! Kamu kembali terluka. Selama beberapa bulan ini kamu kembali seperti dulu. Pria bajingan itu yang syukurnya sudah mati, menorehkan luka batin untuk kamu lagi! Harusnya laki-laki ini gak membiarkan hal itu!"

When He Loves MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang