Kalandra mendengus geli melihat putri pertamanya yang tak bosannya bermain air. Senantiasa ia menemani Amalthea di kolam renang. Mengawasi anaknya yang berumur tiga tahun tersebut. Dengan kedua pelampung dipasang di kedua lengan mungil.
Kedatangan Nora yang menggendong Arunima membuat Amalthea berseru memanggil adiknya. Arunima pun balas berseru. Kedua kakinya bergerak tak hentinya seakan ingin bergabung bersama dengan ayah dan kakaknya di kolam renang.
"Adek gak renang?" Amalthea menumpu di tepian kolam renang. Menghadap ke arah Nora yang duduk di kursi malas dengan memangku Arunima yang mulai merengek dengan dua tangan terentang ke depan.
"Adek mau renang, ya?" ujar Kalandra menatap putri keduanya yang berusia tujuh bulan tersebut. Arunima semakin merengek, badannya kini condong ke depan. Apalagi saat Amalthea menggerakkan tangannya memanggil adiknya itu.
"Sini, sini. Adek lenang baleng Kakak."
"Ya udah. Adek ganti baju dulu." Nora berdiri, menggendong Arunima yang mulai menangis, mengira tak diperbolehkan untuk bergabung bersama ayah dan kakaknya.
"Mama juga ganti baju renang!" seru Kalandra membuat Nora mendelik. Kalandra tertawa pelan. Kembali mengajak Amalthea ke tengah-tengah kolam.
Tak berapa lama Nora dan Arunima bergabung. Kalandra membantu menyiapkan swim seat, pelampung untuk Arunima.
Nora merasa Kalandra tak berhenti menatapnya, jadinya ia membalas tatapan suaminya itu. "Apa?"
"Kok gak ganti baju?" Segera Nora mencipratkan air ke wajah Kalandra. Amalthea yang melihat hal itu pun meniru.
Nora tertawa, begitupun Amalthea. Arunima ikut tertawa dengan kedua kakinya yang kini menyentuh air mulai bergerak.
Segera Kalandra membalas.
Nora berhenti. Wajah dan rambutnya kini basah. Bahkan baju pada bagian dada.
Kini Amalthea beralih menertawai ibunya.
"Papa ih!" Pekik Nora kesal. Hendak mencipratkan air ke arah Kalandra, tapi Kalandra berujar.
"Eh, eh jangan. Nanti Adek kena." Kalandra kini memegang pelampung Arunima yang masih tertawa karena diajak bermain Amalthea.
Nora merengut. Kalandra tertawa pelan. Mengendikkan kepala agar Nora bergabung.
"Gak ada yang awasin Kakak. Ayo!"
Nora pun mengalah. Hendak berdiri, tapi Kalandra kembali bersuara, "Buka aja dress-nya."
Nora melotot. Kalandra tersenyum geli. Tapi, Nora benar-benar melepas dress-nya hingga menyisakan bra dan juga short pants. Lalu bergabung bersama suami dan anak-anaknya.
Kalandra mengawasi Arunima, sedangkan Nora mengawasi Amalthea. Kedua putri mereka itu bergerak aktif. Suara tawa mereka membuat Kalandra dan Nora tersenyum bahagia.
Nora mengusap wajah Amalthea yang basah, merapikan rambut putrinya tersebut. Ia merasakan sesuatu memegang buah dadanya. Segera menepis tangan Kalandra. "Apa sih?"
"Galak banget," ujar Kalandra. "Aku cuma mau pegangin kamu."
"Pegangnya kok di situ?"
Kalandra tertawa pelan, ia mengecup pipi Nora. Kemudian mengajak mereka untuk segera naik karena sudah terlalu lama berendam di air.
Memandikan anak-anak bersama. Setelah itu Nora yang mengurus dua anak mereka, sementara Kalandra mandi.
Nora memakaikan baju Arunuma lebih dulu sementara Amalthea sedang menghamburkan mainannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
When He Loves Me
ChickLit|Sequel I Hate Men| I Hate Men.... But when he loves me, I feel peace and happiness... -Annora Shabira Satrio ▪︎Oct, Copyright ©2022 NanasManis