07. GELANG COUPLE ❇️
Rain up lagi karena di kasih semangat buat update sama besti😭
Selamat membaca, semoga suka yaaaw🐙
****
Napi terguncang hebat atas ungkapan Yumi beberapa hari lalu, cowok itu sempat diam setelah menerima balasan dari gadis cantik itu. Hatinya terasa ada yang menusuk dengan pedang begitu dalam, sehingga nafasnya pun sulit di kendalikan pada hari itu.
Napi tak tahu telah jatuh ke dalam jurang dengan sendirinya. Kali ini ia benar-benar jatuh cinta, tetapi harus menelan pil kecewa akan mereka yang ternyata berbeda.
Disini Napi terduduk, di rooftop sekolah sembari menghisap rokok yang kesekian kalinya untuk mengusir galau. Cintanya sungguhan tetapi Tuhan tak memberikan restu padanya, belum juga pacaran sudah patah hati duluan.
Ia berucap : "Ah anjir, gini banget beda kepercayaan."
Di saat kegalauan menyerbunya, suara ketukan sepatu yang mendekati membuat Napi menoleh. Gadis itu, gadis yang telah tanpa permisi mengusik hatinya.
"Napi.." Dan, pertama kalinya Napi mendengar gadis itu menyebut namanya, rasanya begitu mendebarkan.
"Ini, topi kamu." Yumi menyerahkan topi Napi yang waktu lalu ia pinjam untuk upacara bendera.
Napi membuang rokoknya dan mematikannya dengan cara di injak, ia berjalan menghampiri Yumi dengan pakaiannya yang berantakan dan sedikit kotor.
"Gimana sama jawaban lo?" tanya Napi.
"Jawaban apa?"
"Jawaban yang kemarin gue tanya, gue tunggu lo jawab iya." ucap Napi sambil memasukkan tangan pada kantong celananya, topi miliknya tak di sentuh sedikitpun.
Yumi tak menjawab, matanya menelisik mata bernetra coklat milik cowok di depannya dengan heran. Tempo lalu, Napi memang mengajaknya berpacaran, dengan kejelasan mereka berdua yang nyatanya berbeda.
"Ucapan aku kemarin belum jelas ya?" tandas Yumi bernada sinis.
Napi menarik senyum singkat, lalu membalas. "Jelas banget, sampe rasanya gue mau bunuh diri pas lo bilang kaya gitu."
"Lakuin hubungan yang jelas-jelas gak ada jalan buat bersatu itu cuman nabung rasa sakit." jelas Yumi dengan intonasi rendah, suaranya terdengar lembut.
"Di coba aja dulu, urusan itu belakangan." cetus Napi, hanya membuat rumit permasalahan mereka.
Yumi menyipitkan kedua matanya dengan dahi menyatu dalam. Ada perasaan ingin menampar cowok di hadapannya ini dengan kencang.
"Jangan gila, itu cuman jadi konflik buat kedepannya." ungkap Yumi, ia menarik tangan Napi-- meletakkan topinya disana. "Makasih buat topinya, aku duluan." Tanpa mau menunggu jawaban dari Napi, Yumi berjalan pergi untuk meninggalkan rooftop.
Napi menatap kepergian gadis itu yang terus berjalan semakin jauh dari pandangannya. Ia berteriak lantang. "Gue bakal terus berjuang, gak perduli sama perbedaan kita!"
*****
"Kita jadi ke Mall, kan?" tanya Kenzi riang pada kedua sahabatnya."Jadi dong!" jawab serempak Yumi dan Nayara.
"Oy trio cecan!" seru Budi, laki-laki dengan jambul di rambutnya. Fens berat Jarjit.
Keenam laki-laki berpenampilan urakan mendekati mereka.
"Mau kemana nich ciwi-ciwi?" tanya Johan mengerlingkan satu matanya genit.

KAMU SEDANG MEMBACA
NARAPIDANA ✓
Ficção Adolescente{SELAMAT MEMBACA} ___ Julukan Napi sangat cocok untuk laki-laki berpakaian urakan itu. Selain sering tawuran, mabuk-mabukan, balapan liar, Napi juga seringkali keluar masuk penjara. Napi juga seringkali bergonta-ganti pasangan, hanya untuk main-mai...