Disclaimer!
TSS 6 tidak memiliki hubungan erat dengan TSS 1-5, TSS 6 menceritakan mengenai pengalaman tidak terduga yang terjadi pada Emily semenjak dirinya sudah mulai mengambil alih untuk menjadi seorang detektif sama seperti ibunya, Mia.
[TONTON...
Jessica terdiam di sebuah ruangan sembari menunggu seseorang yang sebentar lagi akan menemui dirinya. Sebenarnya, dia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi dan mengapa pria itu mengajaknya ke kantor kepolisian ketika dia baru saja akan kembali dari supermarket setelah membeli makanan ringan.
Pintu yang terbuka memperlihatkan seorang wanita berjalan masuk ditemani oleh pria itu. Emily memperkenalkan dirinya ke hadapan Jessica agar mereka bisa saling berjabat tangan. Setelah perkenalan singkat itu usai, Emily meminta Jessica untuk menjawab beberapa pertanyaan yang nantinya akan dilontarkan oleh Emily.
Jessica mengangguk dengan ekspresi heran. Kemudian, Marvis yang berdiri di belakang Emily segera merekam aktivitas di ruangan itu. Jessica melihat wanita tersebut sedang membuka sebuah berkas berisi data diri miliknya serta sebuah foto yang terpampang jelas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nama : Jessica Aubrey Dawson Tempat, tanggal lahir : Colorado, 10 Oktober 2023 Usia : 17 tahun Relasi : Ayah : Victor Dawson Ibu : Dorothy Dawson
"Jessica Aubrey Dawson," seru Emily. "Wow, kau memiliki nama keluarga yang sama denganku."
"Mungkin sebuah kebetulan," tutur Jessica tertawa canggung.
"Apa benar kau salah satu murid berada di kelas yang sama dengan Rachel dan Leah?" tanyanya.
Jessica mengangguk.
"Bagaimana hubungan pertemananmu dengan keduanya?"
Dia terdiam sejenak, "Hubunganku dengan Leah cukup baik. Sebelum Leah meninggal dunia, dia sempat memintaku untuk duduk di sampingnya hingga membuat Rachel duduk di kursi belakang kelas."
"Kenapa?" tanya Emily.
"Tidak ada alasan spesifik. Dia hanya memintaku untuk bertukar tempat dengan Rachel."
"Dan kau menyetujuinya?"
Jessica mengangguk.
"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Rachel?"
Jessica menyenderkan punggungnya ke badan kursi sembari berpikir. "Perlu kuakui bahwa Rachel adalah anak yang pintar di kelasku. Akan tetapi, dia juga dikenal sebagai anak yang paling aneh dari semua teman-temanku."
"Seperti apa?"
"Entahlah, dia sangat misterius. Dia bukan anak yang aktif berbicara. Mungkin itu sebabnya Leah memintaku untuk duduk di sampingnya karena yang kutahu Leah adalah anak yang aktif berbicara dan dia membutuhkan seorang teman sebangku yang bisa berinteraksi dengannya. Sedangkan Rachel?" Jessica menghela napas sejenak. "Sikapnya sangat monoton."
"Lalu, bagaimana keseharian Rachel di sekolah?"
"Rachel selalu mendapatkan tindak penganiayaan terhadap sekumpulan murid dari kelas lain. Meski begitu, dia tetap merasa acuh bahkan membiarkan mereka melakukan hal itu sesuka hati mereka. Sepertinya, dia tidak memiliki niat untuk melakukan balas dendam. Mungkin jika aku menjadi Rachel, aku sudah membela diriku sendiri."