Nyonya Bexley merebahkan dirinya di dalam ruang istirahat setelah menjalani pemeriksaan dan juga pertolongan medis atas luka di tangannya. Wanita itu menatap langit-langit ruangan dengan tatapan kosong. Harapannya memberi nama anak itu dengan nama yang sama kepada anak yang telah digugurkan nyonya Bexley rupanya merupakan kesalahan fatal yang pernah dia lakukan.
Tidak seharusnya nyonya Bexley memberikan nama yang sama kepada Rachel. Nama tersebut terus mengingatkannya akan keputusan besar yang sudah dilakukan oleh nyonya Bexley. Dia sendiri sudah berusaha untuk melupakan semuanya namun setiap kali nyonya Bexley melihat Rachel, hal pertama yang berada di benak wanita itu adalah anak yang pernah berada dalam kandungannya sebelum Rachel dilahirkan.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nyonya Bexley. Dia melihat ke arah pintu yang terbuka—seorang pria berjalan masuk dengan anggota polisi di belakangnya. Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai seorang detektif bernama Marvis yang bertugas untuk bertanya beberapa hal mengenai kejadian yang menimpa wanita itu.
Nyonya Bexley memperlihatkan ekspresi wajah kecewa ketika mengingat kejadian itu di mana dia bersaksi bahwa semuanya terjadi karena ulah Rachel. Rachel yang membuat suaminya saat ini dirawat di rumah sakit dan karena ulahnya juga nyonya Bexley bisa mendapatkan goresan luka di tangannya.
"Apa yang membuat Rachel bisa bersikap demikian, nyonya?" tanya Marvis.
"Aku tidak mengerti. Semakin dewasa sikap anak itu, semakin brutal tingkahnya yang terkadang tidak bisa kukendalikan," jawab nyonya Bexley.
Marvis terdiam sembari mencatat informasi tersebut.
"Bagaimana caramu dan suamimu dalam mengasuh Rachel?"
"Sama seperti orang tua pada umumnya. Kami mengasuh Rachel dengan penuh kasih sayang," katanya.
Marvis terdiam sejenak memandang wanita itu.
🔱🔱🔱
Di tempat lain, hasil autopsi terhadap penemuan tengkorak yang berada di belakang kediaman rumah keluarga Bexley sudah keluar. Di mana data tersebut menunjukkan bahwa tengkorak kecil itu adalah seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang setelah dilakukan tes DNA, tengkorak bayi tersebut merupakan anak dari nyonya Bexley.
Tanpa berpikir panjang, nyonya Bexley segera dipindahkan ke sel tahanan meski wanita itu tampak terkejut atas aksi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Bahkan, sempat adanya drama di mana nyonya Bexley enggan turun dari ranjang hingga membuat pihak polisi harus menyeret paksa wanita itu.
Dan sekarang, nyonya Bexley duduk terdiam di ruang tahanannya seorang diri. Dari ekor matanya, dia melihat seseorang berdiri di depan jeruji besi. Nyonya Bexley menoleh dan mendapati Rachel menatap intens dengan kedua tangan yang masih dalam keadaan terborgol. Nyonya Bexley bangkit mendekati jeruji tersebut. Kedua tangannya terlihat menggenggam jeruji dengan tatapan penuh amarah ke arah Rachel.
"Sungguh menyedihkan," tutur Rachel datar.
"Kau adalah anak yang tidak tahu terima kasih, Rachel!" katanya.
"Aku? Atau kau?" Rachel menaiki satu alisnya. "Kau menghancurkan kepercayaan ayahku atas dasar napsumu itu. Kau menghancurkan segalanya. Kau bersikap egois. Kau bertindak sesuka hati dan kau bersikap seakan menjadi seorang korban hingga tanpa sadar kau adalah pelaku dari semua ini."
"Dasar perempuan jalang!" jerit nyonya Bexley.
"Aku tidak peduli mau seberapa buruk perkataanmu kepadaku. Kau tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anakmu. Tidak akan pernah, Gianna!" Rachel menatap penuh dendam. "Sampai jumpa di pengadilan nanti."

KAMU SEDANG MEMBACA
[Completed] TSS [6]: The Secret of Rachel
Misterio / SuspensoDisclaimer! TSS 6 tidak memiliki hubungan erat dengan TSS 1-5, TSS 6 menceritakan mengenai pengalaman tidak terduga yang terjadi pada Emily semenjak dirinya sudah mulai mengambil alih untuk menjadi seorang detektif sama seperti ibunya, Mia. [TONTON...