25. Dua lima

3 1 0
                                        


SELAMAT MEMBACA GASY❤

****

Hendrea melangkah masuk ke dalam rumah mewah berwarna putih di depannya itu. Langkah kaki hendrea langsung menuju belakang rumah mencari keberadaan arga. Mata lentiknya tertuju di depan kandang binatang. Terutama buaya peliharaan nya.

"Papa!" seru hendrea lalu, berlari ke arah arga yang sedang berdiri di depan kadang buaya peliharaan nya.

Arga tersenyum lebar ke arah gadis yang berlari ke arahnya. Tidak heran lagi jika hendrea terlahir menjadi gadis cantik karena dirinya juga sangat tampa. "Hey sini."

Hendrea berhenti tepat di sebelah arga. Melihat para buaya peliharaan nya yang begitu ganas dan besar. Hendrea tersenyum kearah tiga buaya itu.

"Pa buaya hendrea udah besar ya." gumam hendrea. Tapi, arga tidak menanggapinya. Padahal, jarang sekali arga tidak menanggapi ucapannya. Hendrea merasa ada yang tidak beres pun bertanya.

"Pa kenapa hendrea buat kesalahan?"

"Kenapa sekarang jadi sering bolos kelas bela diri hm?" raun wajah arga menjadi menyeramkan. Tatapannya berubah menjadi tajam.

Hendrea menundukkan kepalanya. Kalau sudah begini itu membuat nyali hendrea mencuit. Apa lagi melihat tatapan arga yang sangat tajam yang, sekarang dirinya pancarkan. "Sorry pa hendrea lupa."

Mata arga tertuju di area pergelangan tangan hendrea yang terluka. "Kenapa pergelangan kamu bisa cedera hendrea?" tanya arga. Dirinya paling benci melihat putrinya terluka. Apa lagi hendrea berubah menjadi lemah seperti ini.

Dagu hendrea terangkat pelan. Hendrea memberanikan diri untuk menatap arga. "Hendrea di jebak sama lima preman dan pergelangan tangan dan kaki hendrea di ikat oleh mereka." jelas hendrea dengan tegas.

"Kenapa bisa putri arga berubah menjadi lemah seperti ini hm?" arga hendrea tidak biasa hendrea selengah ini dalam menghadapi lawannya. Selama, ini hendrea cukup teliti dalam mengalahkan lawan tampa ada cedera.

"Ini kesalahan hendrea yang gak teliti."

Arga mengangkat satu alisnya. Menatap ke arah putrinya. "Balasan kamu terhadap lima preman itu apa?"

"Tendang kaki sebelah kirinya. Lalu, hendrea injek tangan mereka."

"Girl which clever." arga tersenyum bangga terhadap putrinya. Tangan kekar arga mengelus rambut panjang hendrea. Lalu, mencium pipi gembul hendrea penuh kasih sayang. Jika saja ada harsen di sini, cowok itu pasti akan marah jika arga mencium benda kesayangannya.

"Sekali lagi kamu pulang dengan membawa luka. Papa akan tambahin luka kamu lebih dari ini. Dan, latihan bela diri kamu papa tambahin lima jam paham!" suara lantang arga.

Hendrea mengangguk paham. Perintah arga dan larangan nya tidak akan bisa berubah dan di ganggu gugat.

"Gak kangen mama hm?" tanya arga membuat tatapan hendrea berubah.

Hendrea tersenyum lebar senyum yang menyakitkan bagi arga. "Kangen banget padahal mama belum lama pergi ya pa."

"Mau samperin."

"Hendrea ke sana lagi ya?" tanya hendrea membuat arga mengangguk. Hendrea akan pergi kesana bersama lian.

Hendrea menatap mata arga yang berubah menjadi sendu. Gadis itu paham bahwa arga juga sedang merindukan anisa. "Papa juga kangen kan sama mama?"

BINREATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang