26. Seribu Satu Cara Memahami Wanita

51 12 0
                                        

💚26. Seribu Satu Cara Memahami Wanita

 Seribu Satu Cara Memahami Wanita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

★★★★★

"Alea! TARAA! Lihat aku bawa apa!"

Aku menemui Kai yang tadi sempat mengobrol entah apa dengan ayah. Dia menunjukkan bawaannya. Jepit rambut? "Aku lihat ini semalam dan langsung inget kamu. Mau pakai?" Lanjutnya.

Sebuah jepit rambut dengan hiasan matahari dan awan (🌤) lucu dan manis.

Aku tersenyum kecil, "Boleh."

"Sini, aku pakaikan!"

Kai memakaikan jepit rambut itu di kepalaku dengan amat pelan dan lembut. Dia menatap puas ke arahku setelah dipasang dengan pas. "Pas. Cantik! Cocok buat kamu." Dia tersenyum manis sekali.

"Terimakasih."

"Iya. Aku minta maaf soal kemarin sore. Aku harap kamu bener-bener bisa ngertiin aku."

"Iya, enggak papa. Lagian, udah lewat." Aku tidak akan marah lama untuk hal sesepele itu.

"Maaf ya? Semalem aku bener-bener ada urusan yang enggak bisa kutinggal." Dia meraih tanganku. Saat aku menatap kedua bola matanya yang cerah, benar-benar ada kilat menyesal di sana.

"Urusan apa emangnya?"

"Ada. Seseorang butuh bantuanku. Ayok naik, kita ke sekolah!" Dia tampak begitu bersemangat.

★★★★★

"Lucunaaa~" Ayu menyentuh jepit rambutku sudah sebanyak puluhan kali. "Gua mau coba pakai!"

"Nda!" Tolakku keras.

"Kai kayaknya suka ngasih lo hadiah yang sederhana ya? Tapi lucu." Kata Stella yang membuatku tersenyum.

"Iya! Dia emang manis. Si Badjingan itu manis saat sama gue." Aku mengangkat daguku bersikap angkuh.

Aku tergelak melihat ekspresi jijik yang keluar dari wajah Ayu dan Stella.

"Dahlah, gue mau ke loker." Aku bangkit dari duduk.

"Ngapain?" Tanya Ayu

"Ngecek surat! Beuh, loker gue udah kaya kotak surat kan?"

"Ngapain? Udahlah, jangan nyari penyakit. Mending lo abaikan aja surat-surat itu daripada lo jadi banyak pikiran."

"Masalahnya gue penasaran, Stella! Gue ingin tau, apa yang orang itu mau."

Dan benar, ketika ak sampai loker, ada surat lagi disana, terselip di antara celah pintu.

"Kan, ada!"

Sepertinya foto saja belum mampu membuatmu menunjukkan wajah cemburumu. Jadi aku memberimu sesuatu yang lebih meyakinkan.

Selamat menikmati rasa sakit hatimu, Alea :D

𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐫𝐮 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚  ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang