8. Don't Want To See It

2.1K 267 7
                                        

Happy reading jangan lupa untuk Vote dan komen nya yaa...

•••

Lisa yang sedang duduk tenang sambil mendengarkan alunan musik tiba-tiba saja terlonjak kaget karena ada seseorang yang menarik earphone di telinga nya kasar, saat gadis berponi itu berbalik ia dapat melihat sosok Jennie dengan air muka yang sulit di jelaskan.

"Jennie unnie? Ada apa?" Tanya Lisa, sungguh kehadiran Jennie saat ini benar-benar membuat Lisa terkejut, karena Rosé bilang kedua kakaknya sedang sibuk menyiapkan skripsi.

"Apa kau sudah gila?" Jennie balik bertanya dengan nada kesal.

Lisa terlihat kebingungan, tapi setelah nya ia sadar apa yang membuat sang kakak marah. "Apa ini soal keputusanku untuk masuk ak---" belum sempat Lisa melanjutkan kalimatnya Jennie lebih dulu memotong.

"Eoh, apa kau sudah gila?!" Tanyanya sekali lagi, Lisa terdiam, membasahi bibirnya gugup, dalam otaknya kecil nya gadis itu berusaha menyusun sebuah kalimat yang tepat agar kakaknya itu mengerti.

"Aniya, aku hanya merasa cocok dengan itu tapi appa bukan satu-satunya alasan ku, aku .. aku merasa harus melakukan ini unnie," balas Lisa, ia masih belum bisa memastikan alasan utama mengapa ia akhirnya memilih militer sebagai masa depannya.

"Apa appa mengancam mu? Apa yang dia lakukan padamu? Dia menyuruh orang untuk menyakiti mu atau apa Lisa!" Sentak Jennie, tanpa sadar gadis itu meremas pundak adiknya.

"Aniya, dia tidak mungkin menyakitiku," kata Lisa, walaupun kenyataannya Chang Wook sudah benar-benar membuat perasaan Lisa sakit bukan main.

"Lalu apa? Kau suka menari, 'kan? Kau juga suka musik, aku tahu itu Lisa," ujar Jennie, air matanya mengalir tanpa ia sadari.

"Aku sangat menyukai itu, tapi aku bisa menari kapanpun aku mau, keputusan ku sudah bulat unnie jangan melarang ku, karena aku hanya butuh dukungan kalian, aku hanya butuh kalian tetap disisi ku apapun yang terjadi," ujar Lisa pada kakaknya.

"Kau tidak mengerti bahwa appa sedang memanfaatkan mu Lisa!" Sentak Jennie, tanpa Lisa minta sekalipun Jennie akan selalu berada di sisi adiknya dan mendukung apapun yang Lisa lakukan tapi untuk hal ini Jennie ragu.

"Memanfaatkan untuk apa? Apa kau mengetahui sesuatu?" Jennie melepas genggaman tangan Lisa, gadis berpipi mandu itu memalingkan wajahnya.

"Lupakan, aku harus pergi." Lisa tidak membiarkan kakak nya pergi begitu saja setelah membuatnya penasaran. "Kau belum menjawab pertanyaan ku," kata Lisa.

"Dunia militer lebih mengerikan dari itu Lisa, aku hanya tak ingin adik ku terluka puas kau?!" Tegas Jennie dan setelah itu ia benar-benar pergi meninggalkan Lisa dengan kebingungannya.

•••

Malam perpisahan pun tiba, hari yang di tunggu-tunggu namun juga tidak di harapkan. Beberapa bus sekolah sudah terparkir rapi, para siswa juga terlihat sudah sangat siap menikmati perjalanan mereka.

Hingga tak terasa satu persatu bus pun mulai melaju meninggalkan halaman sekolah saat itu Lisa duduk bersama Eunha, tapi mata gadis itu terus mencari cari sosok yang beberapa Minggu ini sudah tak pernah ia lihat lagi, benar-benar tak pernah, apa pemuda itu menghindari nya? Entahlah Lisa hanya rindu sosok Taehyung, Lisa rindu mantan kekasihnya itu.

"Kau mencari siapa?" Tanya Eunha, mendengar itu Lisa buru-buru kembali membenarkan posisi duduknya. "Tidak," jawabnya singkat.

Jaehyun yang duduk tepat di belakang kedua gadis itu langsung peka siapa yang sebenarnya Lisa cari.

Respect, appa! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang