Bodyguard (b)

57.1K 660 5
                                        

Roi membenarkan rambut Monika yang menutupi wajah wanita itu. Monika sedang tidur karena pengaruh obat bius yang dicampurkan Roi pada air kemasan tadi. Setelah keluar dari club Monika tidak berhenti menangis dan terus bergumam maaf pada Roi.

Di tengah perjalanan pulang, Roi mampir untuk membeli air mineral untuk Monika. Memberikannya pada Monika setelah mencampurkan obat bius ke dalamnya.

"Sleep tight, baby." Ucap Roi sebelum menanamkan kecupan lama pada kening Monika.

Monika mengerjapkan matanya merasakan sebuah kecupan basah pada tulang selangka wanita itu. Monika menengok, mendapati Roi di sana dengan senyum khasnya, senyum ¼.

"Sleep well?" Monika mengangguk. Mengubah posisi menjadi berhadapan dengan Roi.

"A-aku minta–"

"Forget." Jari telunjuk panjang milik Roi langsung berada di depan bibir Monika. Monika mengangguk kemudian melingkarkan tangannya pada tubuh Roi.

"Good girl." Puji Roi begitu Monika diam kembali, tidak lagi membahas kembali kejadian beberapa jam lalu.

"I want you." Bisik Roi di depan bibir Monika. Monika menatap Roi, menyelam pada iris hitam legam itu sebelum mengangguk mengiyakan.

"I'm yours, Roi."

Tangan Roi bergerak membuka kancing kemeja miliknya yang dipakai oleh Monika. Dress hitamnya sudah menjadi kain yang tidak layak pakai akibat robekan kasar dari dua pria yang menjadi korban tembakan Roi.

Selesai dengan kancing kemeja, Roi melepaskan kemeja putih tersebut dari tubuh Monika. Menatap underwear yang menutupi aset berharga milik Monika. Bra milik wanita itu sudah tergeletak tidak berdaya di lantai akibat kenakalan Roi.

Roi langsung melahap payudara Monika yang menggantung dengan puting yang mulai mengeras. Sebelah tangan Roi ikut merangsang payudara lain milik Monika.

Setelah puas bermain dengan dua gunung milik Monika, Roi beralih pada leher putih milik wanita itu. Mengecupnya kemudian memberikan tanda merah keunguan di sana. Sekitar tiga tanda yang Roi berikan.

Puas dengan kissmark miliknya yang sudah dimiliki Monika, Roi beralih pada bibir merekah wanita itu. Menciumnya dengan rakut, saling memanggut sebelum menukar saliva.

Roi kemudian berpindah pada perut rata Monika. Mengelusnya kemudian memberikan kecupan-kecupan basah di sana, membuat Monika merasa geli dan bergairah dalam satu waktu secara bersamaan.

Mulut Roi perlahan turun menjauh dari perut Monika. Turun sampai pada underwear merah yang menutupi sesuatu yang sudah basah akan cairan milik Monika. Monika mendesah begitu Roi mengelusnya dengan gerakan pelan di luar underwear.

Melihat celana dalam Monika yang semakin basah, Roi langsung melepaskan kain tipis itu. Melemparnya ke lantai, bergabung dengan pakaian yang lain.

Dalam diam dan deru nafas yang tidak biasa, Roi menatapnya. Sesuatu yang menjadikan miliknya berkedut hebat dan menegang hanya dengan menatapnya.

Ibu jari Roi mendekat. Menyentuh pada daging yang sedikit muncul di sana. Roi menekannya membuat Monika semakin mengeluarkan suara erotisnya. Roi mengalihkan pandangannya pada wajah Monika yang basah akan keringat dan merah akibat gairah.

"Beautiful." Ucap Roi tanpa suara. Monika semakin memerah.

Roi kemudian melepaskan boxer yang menutupi benda miliknya yang sudah berdiri tegak sedari tadi. Monika langsung mengalihkan wajahnya begitu sesuatu itu terlihat.

"It's too big." Cicit Monika. Tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya nantinya ketika dirinya menerima milik Roi yang terlampau besar.

Roi menghirup aroma tubuh Monika sebelum mengesekkan ujung miliknya pada inti Monika. Jemari Monika saling meremas seprei kasur,  merasakan sentuhan Roi pada tubuhnya.

𝐒𝐡𝐨𝐫𝐭 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 ( 𝗘𝗻𝗱)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang