Step Brother (b)

58.3K 617 11
                                        

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞~






Three years ago.

"Jane!" Jane langsung menerbitkan senyum manisnya begitu Michael berlari dengan sebuah boneka berukuran sedang di tangan pria itu.

Jane bangkit, menepuk pantatnya yang mungkin terkena pasir. Berdiri dengan tangan merentang lebar menyambut kedatangan Michael.

"God! I miss you." Jane langsung menghirup wangi tubuh Michael yang sangat nyaman. 5 tahun berjauhan dengan sang Kakak membuat Jane sangat merindukan pria itu.

Michel melanjutkan kuliahnya ke luar negeri. Setelah dua tahun menganggur dengan bekerja di beberapa toko dan restoran cepat saji, Michael kembali melanjutkan kuliahnya.

Michael meninggalkan Jane seorang diri di apartemen mewah mereka. Sebuah apartemen yang merupakan hadiah ulang tahun Michael dari sang Ayah. Meskipun kedua orangtua Michael dan Jane sudah lama berpisah alias cerai, hubungan kedekatan antara mereka dan kedua anaknya tidak pernah renggang.

"Untukku?" Michael mengangguk begitu Jane menatap lekat boneka beruang berwarna coklat yang di pegangnya.

"Terima kasih, Kak." Michael hanya tersenyum kemudian menarik Jane kembali pada pelukannya.

"Kuharap kamu baik setelah lama sekali aku tinggal." Wajah Jane hanya memancarkan kebahagiaan. Mengangguk sebagai jawaban dari ucapan Michael.

"Jane, aku lapar. Boleh buatkan aku nasi goreng spesial?" Jane tentu saja menyanggupi permintaan Michael. Baginya Michael adalah segalanya. Hanya pria itu tempat Jane memiliki semuanya.

Jane langsung menarik tangan Michael, menjauh dari pantai untuk menuju apartemen Michael yang tidak jauh dari sana.

Di dapur, Jane sedang membuatkan nasi goreng spesial untuk Michael. Sedangkan pria itu, sedang membersihkan diri agar lebih segar sebelum menyantap makanannya.

Begitu selesai dengan masakannya, Jane langsung menghidangkan di meja makan. Membersihkan dapur setelah digunakannya. Wanita itu kemudian menuju kamar Michel, berniat menghampiri untuk memberitahukan kalau nasi goreng spesial keinginanya sudah tersaji.

Begitu membuka pintu kamar Michael, pandangan Jane langsung tertuju pada tubuh pria itu yang hanya memakai celana bola longgarnya. Tubuh atas Michael tidak memakai apa pun alias toples. Bahkan sisa air sehabis mandi masih terlihat jelas ada di sana.

Jane meneguk ludahnya. Pemandangan saat ini, adalah pemandangan langkah. Selama tinggal bersama Michael, Jane tidak pernah melihat pria itu toples atau menyuguhkan tubuh polosnya di hadapan Jane.

"Jane?" Suara Michael terdengar membuat Jane langsung kembali ke dunia alam sadarnya.

"Ada apa?" Jane tersenyum kikuk. Dalam hati berdoa semoga Michael tidak melihat dirinya yang menatap damba pada tubuh pria itu.

"Nasi gorengnya udah masak." Michael mengangguk. Merangkul bahu Jane kemudian berjalan menuju dapur.

"Kak, bagaimana kuliahmu di sana?" Michael yang baru menyantap nasi gorengnya, menatap Jane yang menopang dagu di depannya.

"Seperti biasa. Btw, aku lagi dekat sama temanku." Raut wajah Jane langsung berubah. Michael tidak menyadari, bersikap santai dengan kembali menyantap nasi gorengnya.

"Siapa? Sesama teman jurusan Doktermu?" Michael terkekeh. Jane selalu begitu. Selalu menanyakan kegiatan apa saja dan aktivitas apa yang dilakukan Michael selama tinggal terpisah dengannya.

"Rahasia. Kamu gak perlu tau."

***

Weekend yang biasanya di habiskan dengan waktu berdua bagi Jane dan Michel, kali ini berbeda. Michael memilih bermain bersama teman-temannya, meninggalkan Jane di rumah seorang diri.

𝐒𝐡𝐨𝐫𝐭 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 ( 𝗘𝗻𝗱)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang