Keluarga Risa sedang berkumpul di Gazebo belakang, termasuk Andra. Setelah berpelukan dan melepas rindu, Risa tidak lupa memperkenalkan Andra kepada orang tuanya. Beruntungnya mereka masih mengingat Andra sebagai teman sekolah dan tetangganya dulu saat di Jakarta.
Andra dengan Dio sedang membakar ikan hasil pancingan Papah Risa dengan Dio. Papah Risa yang bingung melakukan kegiatan apa untuk mengisi waktu setelah kedatanganya tadi pagi di Bandung akhirnya mengajak Dio untuk memancing bersama.
Dio dan Papahnya langsung pergi ke kolam pemancingan yang biasa mereka kunjungi. Tangkapan yang didapatkannya pun cukup banyak untuk menjadi santapan makan malam mereka. Saras dibantu dengan asisten rumah tangganya menyiapkan hidangan lain, sedangkan Risa masih bermanja kepada orang tuanya.
Banyak yang mereka bicarakan mengenai kesehatan, kehidupan hingga pekerjaannya. Orang tuanya cukup senang dengan perkembangan Risa yang tidak terlalu tertutup lagi, Risa sekarang yang sering terbuka mengenai apapun walau awalnya harus dipancing terlebih dahulu. Apalagi orang tuanya cukup senang ketika Risa sudah memiliki kekasih. Semenjak Risa memiliki kekasih, Risa memang terlihat berbeda menjadi lebih mudah mengekspresikan perasaannya.
"Nak Andra, kapan orang tua nak Andra main ke Indonesia?" tanya papah Risa kepada Andra. Setelah melakukan makan malam, para perempuan sibuk membereskan di dalam rumah sedangkan para lelaki yaitu Andra, Dio dan Papahnya masih berada di Gazebo.
"Belum tahu Om, mereka masih sibuk disana. Nanti saat ke Indonesia saya akan mengajak mereka untuk bertemu dengan keluarga Om ya." Andra mengucapkan kalimat tersebut, tapi dirinya tidak yakin kapan orang tuanya kembali berkunjung ke Indonesia.
"Di umur kalian yang sudah dewasa, alangkah baiknya bisa langsung saling mengenal keluarga satu sama lain ya. Nanti saat kalian sudah menikah, bukan hanya dua kepala saja yang disatukan tapi dua keluarga yang menjadi satu." Papah Risa mengambil jeda dan melanjutkan pembicaraannya. "Saya tidak ingin salah satu keluarga tidak merestui atau adanya keterpaksaan untuk menerima anggota baru di keluarganya. Saya ingin dua keluarga ini saling memberi restu dan saling menerima anggota baru menjadi keluarga satu sama lain."
"Baik Om, saya akan usahakan itu semua. Saya akan minta orang tua saya untuk segera berkunjung ke Indonesia dan bisa mengenal satu sama lain lagi agar lebih dekat."
"Ya walaupun Om cukup kenal dengan keluarga kamu dulu, tapi itu sudah beberapa tahun kebelakang. Om ingin kita bisa saling menjalin tali silaturahmi kembali."
Obrolan mereka cukup mendalam, Dio yang memang tidak terlalu banyak bicara hanya menjadi pendengar dari percakapannya. Sesekali Dio menimpali untuk merespon Papahnya yang bertanya, sisanya dia mengamati interaksi antara Andra dengan Papahnya.
Andra pulang ke Apartemen sendiri, karena Risa kembali memilih untuk menginap di rumah Dio. Risa tidak lupa mengingatkan Andra mengenai rencana camping bersama keluarganya besok sore hingga hari Rabu.
Andra merasa senang, untuk pertama kalinya setelah sekian tahun tidak bertemu dengan orang tua Risa ternyata dirinya diterima dengan tangan terbuka. Walau sedikit mengganjal bagaimana dirinya dapat mempertemukan keluarga Risa dengan orang tuanya.
🌦️🌦️🌦️
Pukul 5 sore semua anggota keluarga Risa sudah berkumpul termasuk Andra. Para lelaki memasuki perlengkapan ke dalam bagasi mobil. Perjalanan kali ini menggunakan dua buah mobil, yaitu mobil Dio dan mobil Andra. Mobil Dio ditumpangi Dio, istrinya beserta semua anak-anak sedangkan dalam mobil Andra ditumpangi oleh Andra, Risa dan orang tua Risa.
Kursi penumpang disamping pengemudi diduduki oleh Ayah Risa, sedangkan Risa duduk dibelakang bersama Mamanya. Risa dan Mamahnya hanya menyimak obrolan dari dua lelaki yang duduk di depan sedangkan Risa masih bergelayut dengan Mamanya.
"Oh iya maaf aku potong ya takut lupa, tadi kata Mba Saras untuk Papah sama Mamah tidurnya di rumah panggung ya." ucap Risa setelah membaca pesan dari Saras.
"Lho kenapa gak di tenda aja De?" tanya papanya merasa heran.
"Cuacanya takut dingin banget kalau mamah sama papah tidur di tenda, kan kalau di rumah panggung mamah sama papah tetap nyaman tidurnya."
"Anak-anak gimana de?" mamah Risa khawatir dengan cucu-cucunya.
"Kalau anak-anak tetap di tenda kok mah, soalnya keinginan mereka pengen di tenda."
"Yaudah kalau kaya gitu, mamah ngikut aja deh."
🌦️🌦️🌦️
Andra mengantarkan orang tua Risa ke rumah panggung yang telah dipesan untuk beristirahat sebentar sebelum acara malam dan Risa langsung menemui anak-anak yang sudah berada di tenda. Mereka menyewa dua tenda dome yang berkapasitas 4 orang pertenda. Tenda perempuan dihuni oleh Risa, Saras, Adin dan Ina sedangkan tenda laki-laki dihuni oleh Andra, Dio, Anan dan Rio.
Sambil menunggu acara barbeque, Dio dan Andra mengajak anak-anak untuk berkeliling. Risa dan Saras menikmati udara malam sambil mengawasi persiapan barbeque. Dari pihak Terminal Wisata Grafika Cikole sedang menyiapkan semuanya sehingga nanti tinggal eksekusi.
Semakin malam keseruan dan kehangatan kian terasa, di depan api unggung dilakukan permainan-permainan sederhana yang membawa mereka tenggelam dalam kegembiraan. Malam yang sangat syahdu diiringi tawa canda yang terlontar dari mereka.
Pukul setengah 11 malam anak-anak sudah masuk tenda ditemani Saras dan Dio, orang tua Risa pun sudah kembali ke rumah panggung dan didepan api unggun hanya tersisa Risa dan Andra.
"Ya, makasih ya kamu udah mau repot-repot ikut acara keluarga aku. Makasih juga kamu udah mau mendekatkan diri, maaf kalau ngerepotin banget buat kamu" ungkap Risa sambil bersandar di pundak Andra.
"Ngomong apa sih kamu, keluarga kamu ya keluarga aku juga dong. Aku malah seneng banget bisa langsung diterima di keluarga kamu." ucap Andra sambil mengusap lengan Risa.
"Boleh peluk gak?" Tanya Risa ragu. Tanpa menjawab Andra langsung merentangkan tangannya dan memeluk Risa. Butuh beberapa menit mereka berpelukan untuk menyalurkan rasa rindu dan setelah itu mereka kembali pada posisi semula.
Waktu malam mereka dihabiskan untuk deep talk, seperti tidak ada habisnya untuk diceritakan karena selalu ada cerita yang bisa diceritakan.
Keesokan harinya, setelah sarapan mereka bersiap-siap untuk mengikuti outbound yang tersedia disana. Mereka sangat menikmati setiap wahana, karena kondisi weekday sehingga suasana tidak terlalu ramai membuat mereka sangat leluasa bermain.
Menjelang Sore akhirnya mereka pulang, Andra mengantarkan Risa dan orang tuanya ke rumah Dio. Semua orang sudah masuk ke rumah dan barang-barang sudah diturunkan. Andra berpamitan untuk kembali pulang, Risa pun mengantarkan Andra ke depan mobil.
"Ave, besok sampai minggu depan aku ada perjalanan dinas lagi karena masih ada yang harus aku urus. Gak apa-apa kan?" tanya Andra.
"Gak apa-apa, tapi kamu tetap jaga kesehatan ya. Jangan lupa makan, minum soalnya cuaca lagi gak bersahabat." Risa diam sejenak untuk mengingat persediaan vitamin di Apartemennya yang masih baru belum dibuka. "Ya, kamu nanti ke Unit aku, terus ambil dikotak P3K ada vitamin yang masih baru nanti kamu bawa ya."
"Iya iya makasih ya Ave. Kamu jangan matiin handphone terus ya biar aku gak khawatir kalau gak dapat kabar dari kamu." Risa menganggukkan kepalanya. "Bye," pamit Andra meninggalkan kediaman Dio.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
RETROUVAILLES
Chick-LitPerjalanan Cinta seorang Risa tidak seindah perjalanan kariernya. Membutuhkan bertahun-tahun hingga ia dapat keluar dari belenggu masa lalunya. Membangun pertahanan hati, membuka lembaran baru dan siap menerima penghunian baru untuk hatinya, dalam s...
