|I don’t wanna see you with anyone but me—SZA
"Van, ada mie gak?" Davi bersuara dari arah dapur.
"Coba lo cek aja sendiri," sahut Nevan dengan suara yang agak meninggi untuk bisa di dengar oleh Davi.
Apartemen studio milik Nevan kini diisi oleh ketiga temannya. Ada Davi tadi yang berjalan ke arah dapur dan menanyakan stok persedian mie, Nevan yang merebahkan tubuhnya di salah satu sofa serta mata yang menatap layar yang sedang menampilkan video 5 minute crafts di YouTube dan mulut mengunyah keripik singkong. Bara yang duduknya agak jauh dari Nevan, berada dekat jendela sibuk dengan handphonenya dan mulut yang mengeluarkan asap dari rokok elektrik yang berada di tangan kirinya. Sedang Noah, dia berbaring di tempat tidur tanpa sekat milik Nevan dengan mata terpejam tertidur pulas.
Davi berjalan kembali dari arah dapur dengan wajah masam kemudian duduk lesehan dengan punggung menyender ke sofa yang ditempati Nevan.
"Nggak ada, Van, duh laper deh gue." Keluhnya dengan salah satu tangan mengusap perut ratanya.
"Gofood lah, Dav, gaptek bener idup lo." Timpal Bara yang tidak menolehkan kepalanya sama sekali.
"Gak mau, gue pengen mie. Ah gue ke bawah dulu deh kalo gitu." Davi beranjak memakai jaketnya.
"Eh gue nitip dong," Bara melangkah mendekati Davi dan mengangsurkan uang berwarna kekuningan padanya.
"Nitip apa?"
"Yupi,"
Nevan berdecak, "Badan gede jajan tetep yupi."
"Lah emang yang kecil doang yang boleh?" Balas Bara yang ketika mengucapkan kata "Kecil" melirik ke arah Davi.
"Ngapa lo liat gue, hah?" Davi tersulut emosi, kedua tangannya telah berkacak pinggang.
"Udah, udah, buruan lo pergi, Vi, gue titip Ultramilk coklat aja satu." Nevan bangkit untuk menengahi keduanya.
"Emang pada gak beres temen gue. Sekalian gue beliin dot tuh si Noah!" Davi berdumal dan mulai melangkah keluar. Heran dengan kelakuan teman-temannya, dan kalau Noah terjaga dipastikan anak itu pasti akan menyuruhnya membeli Kinder Joy jajanan kesukaannya yang tidak banyak orang tahu. Teman-teman Davi itu covernya saja yang dewasa, aslinya hanya bocah kurang piknik. Davi sendiri sih dia lebih menyukai camilan puffs Promina rasa pisang.
"Kembaliannya buat lo aja, Dav!" Seru Bara ketika tubuh Davi mulai hilang dibalik pintu.
"KURANG DUIT LO ASEP!" Davi dan kebiasaan berteriaknya.
●●●●
Cuaca sore memang tidak seterik ketika tengah hari dimana matahari tepat di atas ubun-ubun, tapi tetap saja panasnya mampu membuat kepala pusing jika terus menerus berada di bawahnya. Davi berjalan ke arah minimarket terdekat yang jaraknya hanya membutuhkan waktu lima menit, suhu dingin dari penyejuk ruangan langsung menerpa permukaan kulit Davi yang memerah akibat kepanasan ketika mulai membuka pintu minimarket.
Langkahnya langsung tertuju pada rak berisi berbagai macam mie dan aneka ciki setelah selesai dengan kebutuhannya, kini giliran membeli pesanan teman-temannya. Dimulai dari yupi pesanan Bara, ultramilk coklat pesanan Nevan dan terakhir kinder joy untuk Noah. Meski Noah sendiri tidak memesan, tapi Davi tidak mau mengambil risiko ketika dirinya pulang Noah pundung dan berakhir merajuk, menggelayut manja padanya.
Davi bersyukur karena antrean menuju kasir tidak panjang, hanya berisi tiga orang dengan dirinya di posisi terakhir.
"Total semuanya seratus dua puluh tujuh ribu, kak." Davi mendengar suara kasir yang dari tadi berbicara dengan nada sedikit jengkel ke cewek pertama dalam antrean yang sejak tadi terus mengubek-ubek tasnya dengan sedikit panik. Lama dilihat oleh Davi, punggungnya terasa familiar pikirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klausa Asmara [END]
Fiksi RemajaNoah Alby hanya perlu tutup mulut untuk hal yang tidak seharusnya Nadiva Adisty-pacarnya, tahu. Sebuah pengkhiatan yang sudah ia lakukan sejak awal hubungannya yaitu mencintai perempuan lain. Kacaunya, Noah mencintai keduanya, tetapi tidak bisa mele...
![Klausa Asmara [END]](https://img.wattpad.com/cover/313478341-64-k179227.jpg)